Minggu, 08 Februari 2009

-Sudut Kamar-

disini . . .
di salah satu sudut kamar
hampa tanpa cahaya & gelap tanpa udara
aku ditemani cahaya rembulan &temaram lampu tidur
disertai denting jam & tatapan penuh tanya oleh semua benda di sekelilingku
mungkin hatiku seharusnya meronta & mungkin bibirku berayun melihat semua ini
jika saja semuanya bisa aku ajak bercerita & tertawa bersama
mungkin kini aku tak akan merasa sendiri
sendiri disebuah ruangan yang pengap & tak seorangpun menemani . . .


disini . . .
masih sendiri, di sudut kamar
saat ini aku sedang menatap tajam kesatu titik yang maya
yang bisa menenggelamkan kukemasa-masa yang lalu
tak seorangpun mampu menyadarkan ku & menghentak ku
ya, karena aku hanya sendiri di sini . . .

disini . . .
di sudut kamar ku
disinilah aku menyimpan tawa & menahan tangis
di sinilah semuanya terjadi, angan, cita-cita & keinginan
di sudut kamar inilah aku bertahan sendiri, meratapi bayang diriku
bayangan diriku yang semakin lusuh oleh waktu
kini & mungkin selamanya inilah tempat favoritku
tempat yang memnuatku nyaman, aman & tentram
tempat yang ku rindukan saat tawa & sedih
tempat yang ku kenang saat letih & jauh

ya . . .
disini, di salah satu ____
sudut kamar ku !!!

Minggu, 01 Februari 2009

cerpen Q

Pagi ini, udara yang mengisi seluruh ruangan di SMA Pelita Bangsa cukup membuat semuanya mengantuk, tidak terkecuali untuk Mitha, di musim hujan kali ini Mitha seorang cewek tomboy yang saat ini duduk di bangku kelas dua SMA harus rela mengurangi jam tidurnya dari pada harus kena macet karena banjir yang mulai bertandang di Ibu Kota, “Mitha, Tha ? Bangun donk . . .” dengan perlahan mata Mitha yang terasa sangat berat itu terpaksa ia buka demi menjawab panggilan dari sahabatnya Tasya, “hhe J Loe baru dateng Sob ?” Jawab Mitha sembari merogoh saku tas sekolahnya untuk mengambil sehelai tisu basah dan segera membasuh wajahnya yang kusam karena baru saja bangun dari tidur, “Loe tau g’ sich ? anak-anak sekelas udah pada dateng, eh Elo masih aja molor !” ujar Tasya lagi, “ng... githu dech ! daripada Gw telat masuk skul trus di hukum guru BP, mendingan Gw dateng lebih awal ! iya kan J” jawab Mitha sembari beranjak dari tempat duduknya, “mau kemana loe ?” “ng, ke kantin ! loe mau ikutan nggak nich ?” “jangan bilang, loe mau bolos lagi kali ini ?” “hhe J getho dech !” “elo tuch ya ! just can be one day you not desert lesson ?” “kayaknya nggak bisa dech J” “serious ? today there new pupil our class !” “hah ?! loe serius nich J” tanya Mitha bersemangat dan dijawab dengan anggukan kepala Tasya yang menyatakan “iya”.
Bel istirahat akhirnya berbunyi, namun hingga detik ini guru yang seharusnya mengajar selama 3 jam pelajaran tak kunjung hadir apalagi murid baru yang tadi di sebutkan oleh Tasya, “hm . . . loe ngebohongin gw yach ?! kata loe tadi mau ada murid baru, mana cuy !” ujar Mitha saat mereka beranjak meninggalkan kelas menuju ruang guru untuk mengumpulkan tugas Sastra Jerman yang baru saja mereka selesaikan, “oh, memang nggak ada ! gw tadi sengaja bohong ama loe, habisnya . . . loe bolos terus sich !” jawab Tasya sembari


oopsz . . . Bersambung !!!