Selasa, 10 Februari 2015

[Review] Sebongkah Kerinduan

Hai 2015. Hai para penjelajah blog, kali ini saya kembali dan ingin mencoba untuk menulis sebuah review buku, karena sebelumnya saya belum pernah menulis review buku, jadi saya akan mencobanya dengan menulis tentang buku saya sendiri, mungkin kalian akan berfikir saya melakukan ini dengan sedikit tujuan seperti promosi atau mungkin membanggakan karya saya sendiri, tapi kalau anda meneruskan membaca review ini, saya yakin anda pasti akan berfikir sebaliknya, jadi …. Bagaimana kalau kita mulai sekarang ?


Judul : Sebongkah Kerinduan
Penulis : Tsanamilta Amirah
Penerbit : Mozaik Indonesia
Cetakan Pertama : 2013






Oke, untuk kalian ketahui, sebenarnya saya sudah menyelesaikan novel ini 2 tahun sebelumnya, dan novel pertama saya ini sebenarnya adalah naskah ke dua yang saya kirimkan pada pihak penerbit yang sama, [jangan tanya kemana naskah pertama saya saat ini karena kalaupun naskah itu rilis atau dibukukan, pasti orang orang akan mengira saya melakukan plagiat terhadap sebuah judul sinetron di televisi terkenal di Indonesia. Ps: untuk yang ingin membaca naskah tersebut, kebetulan naskah itu yang masih dalam bentuk mentah sudah saya keep di blog ini jauh sebelum sinetron itu terkenal atau bahkan sebelum naskah itu berencana di ‘masak’ dan diterbitkan].

Kembali kenovel saya yang selanjutnya hanya akan saya tulis dengan huruf SB (sebongkah kerinduan) untuk mempersingkat.

Karena novel SB ini adalah salah satu dari 12 novel yang termasuk dalam proyek seri pendidikan karakter, jadi saya menuliskan novel ini dengan sasaran pasar ialah remaja atau anak usia sekolah, jadi jangan heran jika ceritanya mungkin terlalu ringan, atau mungkin bahkan sedikit dipaksakan, jika anda menanyakan apakah saya tidak merasakan ada sesuatu yang aneh setelah membaca novel ini, tentu saja saya merasakan banyak kejanggalan, tapi yah tentu komentar itu akan berbeda jika kita tanyakan dengan beberapa pembaca yang memang menjadi tujuan/sasaran dibuatnya novel ini.

Saya sadar didalam novel SB ini masih banyak sekali kesalahan, seperti kesalahan pengetikan, kesalahan pengejaan kata, ataupun pemisahan bagian bagian dari tiap tiap cerita, dan saya yakin masih banyak kesalahan yang lainnya lagi, saya juga mendengarnya dari banyak teman yang membaca novel saya, komentar mereka hampir sama, saya akui itu karena tentu saja saya tidak bisa menutupi fakta fakta tersebut dan ini akan saya jadikan pelajaran agar di lain waktu saya bisa lebih berhati hati dan teliti, karena hal seperti ini tidak bisa saya salahkan sepenuhnya pada pihak penerbit ataupun editor bukan ?

Selanjutnya, saya ingin berterima kasih untuk teman teman yang tersebar di banyak daerah di Indonesia yang sudah berusaha mencari dan menemukan ‘keberadaan’ novel SB ini, karena saya sendiri tidak akan bisa memastikan satu persatu apakah novel ini tersebar dengan baik atau mungkin hanya ada di beberapa kota di Indonesia, oh iya, saya juga ingin berterima kasih untuk beberapa komentar pembaca yang menyapa melalui sosial media pribadi saya, Alhamdulillah ternyata ada pembaca yang memang ‘sesuai umur’ dari target dibuatnya novel ini, dan untungnya mereka menikmati sesuai apa yang saya harapkan, karena novel ini memang dibuat untuk usia mereka, meskipun hanya beberapa orang yang menyampaikan hal itu pada saya, tentu saja itu sudah cukup untuk membuat saya bersemangat dan ingin terus menulis, karena sejujurnya terlalu banyak ide dikepala dan sedikitnya waktu luang yang saya bisa manfaatkan untuk menulis seringkali membuat saya berharap suatu saat saya bisa memiliki waktu khusus hanya untuk menulis, sekali lagi saya mengucapkan terima kasih untuk pembaca sekalian, saudara tersayang, teman teman maupun adik adik diluar sana.

Selanjutnya saya akan membahas sedikit tujuan dari cerita dinovel Sebongkah Kerinduan ini, tema utamanya adalah ‘tolong menolong’ mungkin jika saya katakan hal itu akan sulit anda dapatkan didalam novel ini, tapi seiring dengan berjalannya waktu saya juga merasa bahwa tema tersebut sudah bergeser, maklum 2 tahun bukan waktu yang singkat, mungkin tema itupun harus disesuaikan kembali. Seperti yang tertulis pada bagian belakang sampul, disana diceritakan tentang seorang tokoh yang memendam kerinduan kepada saudaranya, dan didalam novel ini pun diceritakan sedikit banyak kisah lengkapnya, sejujurnya untuk saya yang bukan berusia remaja lagi, menulis novel seperti ini mungkin memang kegemaran saya, tapi tentu saja saya menulisnya saat saya masih menggunakan seragam sekolah, bukan saat saya duduk sebagai mahasiswa, kesulitan utama saya adalah bagaimana agar saya bisa masuk sebagai karakter tokoh-tokoh yang ingin saya gambarkan melalui tulisan saya ini, bagaimana seharusnya orang-orang dengan usia tertentu berfikir ataupun bertindak, dan belum lagi tidak seperti naskah pertama saya [yang menghilang entah kemana itu] naskah ini saya tuliskan hanya dengan tenggat waktu kurang dari 2 minggu, dan saat itu juga saya berhadapan dengan jadwal ujian akhir semester, alhasil saya menulis setiap saya kembali dari kampus setelah menyelesaikan ujian saya, dan ‘terpaksa’ mengesampingkan ujian saya dengan memperlajari bahan ujian hanya 3 jam sebelum berangkat kekampus (tolong jangan dicontoh), jadi mungkin ini juga yang membuat banyaknya kesalahan-kesalahan didalam novel ini. Di novel SB ini juga sebenarnya masih sedikit terasa aroma dari naskah pertama saya yang hampir keseluruhan seting nya ber’aroma’ Eropa, jadi jangan bingung jika tokoh utamapun blasteran alias berdarah campuran, sejujurnya saya sedikit kesulitan untuk membuat cerita yang ‘masuk akal’ atau mungkin sederhana untuk ditangkap oleh ‘pembaca target’ kali ini, karena saya sendiri menyukai imajinasi yang gila dan bahkan sedikit sulit untuk dituliskan, seperti dalam novel ini sendiri saya harus memperkecil ruang imajinasi saya demi memenuhi syarat untuk berpartisipasi pada proyek ini.

Berikutnya ? saya berharap anda sekalian masih akan terus meluangkan waktu untuk membantu saya memperbaiki kemampuan menulis saya, karena saya orang yang akan sangat bersemangat mendengar berbagai masukan dari anda sekalian, jangan khawatir untuk mengatakan yang sejujurnya karena saya akan menanggapinya dengan sangat positif, saya berharap novel ini hanya akan menjadi novel pertama saya bukan menjadi novel terakhir karena menulis adalah pekerjaan utama saya, bukan hanya hobi tapi menulis sendiri sudah seperti bagian hidup saya.


Baiklah, terima kasih telah meluangkan waktu, saya berharap di tahun 2015 ini saya bisa semakin produktif sebagai penulis, meskipun mungkin saya harus memulai kembali dari awal sebagai blogger yang terlalu sering mengisi blognya dengan hal hal yang terlalu dipaksakan, hha … jangan bosan mengunjungi blog ini, dan sampai bertemu di update berikutnya, bye ~~