Jumat, 27 Mei 2011

Malaikatku....

Suatu ketika seorang bayi siap untuk dilahirkan kedunia,
Menjelang diturunkan, dia bertanya kedpada Tuhan,
“Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup disana, saya begitu kecil dan lemah’’ kata sibayi,
Tuhan menjawab, “ aku telah memilih satu Malaikat untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu”
“Tapi disyurga,apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa, ini cukup bagi saya untuk bahagia,” demikian kata sibayi,
Tuhanpun menjawab, “Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih berbahagia,”
Sibayipun bertnya kembali, “Dan apa yang saya lakukan saat saya ingin berbicara kepada-Mu?”
Sekali lagi Tuhan menjawab,”Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdo’a”
Si bayipun masih belum puas, ia pun bertanya lagi, “Saya mendengar di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya?”
Dengan penuh kesabaran Tuhan pun menjawab, “Malaikatmu akan melindungimu, dengan taruhan jiwanya sekalipun,”
Sibayi pun tetap merasa belum puas, dan melanjutkan pertanyaannya, “Tapi saya akan bersedih karena tidak akan melihat Engkau lagi”
Dan Tuhan pun menjawab, “Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun Aku selalu berada disisimu,”
Saat itu syurga begitu senangnya, sehingga suara dari bumi dapat terdengar, dan sang anak dengan suara lirik bertanya,
“Tuhan….., jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahu siapakah malaikat dirumahku nanti?”
Tuhan pun menjawab, “ kamu dapat memanggil malaikatmu…..IBU….
Kenanglah Ibu yang menyayangimu,
Untuk Ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi…
Ingatlah engkau ketika Ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut yang membalut tubuhmu,
Ingatlah engkau jika jemari Ibu mengusap kepalamu?...dan ingatlah engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika melihatmu terbaring sakit,,,?
Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu dirumah tempat kau dilahirkan,
Kembalilah memohon maaf kepada Ibumu yang selalu merindukan senyumanmu,,,
Jangan biarkan engkau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan dimasa datang, ketika ia telah tiada…….
Tak ada lagi yang berdiri didepan pintu menyambut kita, tak ada lagi senyuman indah…tanda bahagia,
Tak ada lagi dan tak akan ada lagi yang meneteskan air mata mendo’akanmu disetiap hembusan nafasnya,
Kembalilah segera, peluklah Ibu yang selalu menyayangimu….
Ciumlah kaki Ibu yang selalu merindukanmu, dan berikanlah yang terbaik diakhir hayatnya….
Kenanglah semua cinta kasih dan sayangnya….
IBU……maafkan aku, sampai kapanpun jasamu tak akan terbalas…

Jangan biarkan air mata penyesalan itu jatuh membasahi pipimu, ketika sebahagian dari orang tuamu dipanggil olehNya, baru terasa seperti sebuah palu godam yang meremukkan hatimu…
Ternyata… belum ada sesuatu apapun yang kamu lalukan untuk kedua orang tuamu……..

http://www.facebook.com/?page=1&sk=messages&tid=10150619715780584

Renungan yang akan membuatmu kembali tersenyum

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

•Di saat kamu ingin melepaskan seseorang, ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya

•Di saat kamu mulai tidak mencintainya, ingatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya

•Di saat kamu mulai bosan dengannya, ingatlah selalu saat terindah bersamanya

•Di saat kamu ingin menduakannya, ingatlah bahwa dia selalu setia kepadamu

•Di saat kamu ingin membohonginya, ingatlah dia telah jujur kepadamu

•Maka kamu akan merasakan arti dia untukmu

•Jangan sampai di saat dia sudah tidak lagi di sisimu, kamu baru menyadari semua arti dirinya untukmu

•Yang indah hanya sementara

•Yang abadi adalah kenangan

•Yang ikhlas hanya dari hati

•Yang tulus hanya dari sanubari

•Tidak mudah mencari yang telah hilang

•Tidak mudah mengejar impian

•Namun yang lebih susah adalah mempertahankan yang ada

•Karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga

•Ingatlah kata pepatah: "Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini"

•Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif

•Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu bangun semuanya akan sirna tak berbekas

•Rumah mewah, harta benda, kedudukan, jabatan, namun ketika nafas terakhir tiba, sebatang jarum pun tak dapat dibawa, sehelai benang pun tak bisa dimiliki

•Apalagi yang mau diperebutkan

•Apalagi yang mau disombongkan

•Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani

•Jangan terlalu perhitungan

•Jangan hanya mau menang sendiri

•Jangan suka menyakiti sesama, apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita

•Belajarlah tiada hari tanpa kasih

•Selalu berlapang dada dan mengalah

•Hidup senantiasa ceria dan leluasa

•Tak ada yang tak bisa di ikhlaskan

•Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan

•Tak ada dendam yang tak bisa terhapus

"Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini"

Sumber : http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150239768651042

http://www.facebook.com/?page=1&sk=messages&tid=1797676413924

Minggu, 22 Mei 2011

untuknya 10051990


Aku kenal kamu bahkan sebelum mereka mengenal kamu yang sekarang, dan aku ikut bahagia melihat kesuksesan kamu saat ini, dan masih tetap satu yang selalu ku suka dari kamu, yaitu kesederhanaan yang kamu punya :)
Sukses terus yah, jangan lupa ibadah & pendidikan tetep yang utama ...

Keegoisan Diriku


21052011 |
Daun daun dengarkan aku
Berikanlah sedikit warna hijau indahmu untuk memberikan warna di hatiku yang mulai memutih dan nyaris hilang
Aku merasa hidupku takkan lama lagi
Entahlah seseorang yang bisa mewarnai hatiku telah pergi
Pergi karena keegoisanku
Pergi karena kesalahanku yang juga kesalahannya
Aku menyesal dan sesalku itu takkan cukup dengan terus menyalahkan diriku sendiri seumur hidupku
Daun daun, aku mohon dengarkan aku
Aku ingin seperti kalian yang bisa menari dikala angin meniupi tangkai tangkai kalian
Karena angin dihatiku telah sirna
Dia yang bisa menyejukan hatiku telah hilang
Dia pergi entah kemana mungkin juga mencari hati yang lain
Kalian tahu? Dulu saat dia masih menemaniku aku selalu bisa menari bebas
Terutama saat angin berhembus dengan kencangnya
Dan kala itu aku tertawa
Tawa yang aku rindukan
Tawa yang dulu selalu ada
Namun semuanya
Semuanya seakan sirna bersama dirinya yang telah pergi
Lagi lagi karena keegoisanku
Daun daun, aku mohon bawa ia kembali
Dan katakan padanya, bahwa aku merindukannya ...

Kembali Bersamanya


21052011 |
Ada sesuatu yang tak terhingga
Ada rasa yang tak bisa di lukiskan
Ada alat pemahat yang tak mampu mengukir batu
Ada rindu untuk cela hati yang bernanah
Dia adalah mutiaraku
Hatiku yang masih menyisakan bekas luka olehnya
Entah mengapa seakan menginginkan ia kembali hadir
Bahkan disaat terburukku saat ini
Rindu ku pada hadirnya
Mampu mengalahkan kerinduanku pada dinginnya semilir angin pagi yang menghembus meniup helai helai rambutku
sayangku kepadanya mungkin memang sempat berkurang bahkan hilang
Namun aku tak tahu kenapa rasa itu mendadak memenuhi hatiku lagi
Aku ingin kau disini saat ini
Meski mungkin kini kau telah bersama yang lain
Meski mungkin aku terkesan egois untuk kesekian kalinya
Namun atas nama rindu dan sisa cinta ku yang kembali berwarna
Aku mohon kembalilah di dekapku
Lihatlah aku yang mulai pucat tanpa cintamu
Lihatlah aku yang nyaris layu tanpa cahaya hangat senyummu
Aku rindu padanya Tuhan
Semoga kelak semua ini akan berjalan semakin baik
Meski aku takkan bisa lagi bersamanya !
Untuk yang pernah ada
Untuk yang selalu ada
Dan untuk yang ku harapkan takkan pernah pergi
Dirimu satu . . . .
Tentang bintang yang terlalu tinggi di angkasa luas

Hati (cermin)


18052011 |
banyak yang bilang hati adalah cermin diri.
Kau tahu ? sifat cermin yang biasa kau gunakan untuk merapikan penampilanmu, yang biasa kau gunakan untuk melihat pantulan dirimu, jauh berbeda dengan cermin yang ada di dalam dirimu, yaitu hati.
Sadar atau tidak sadar kita sering kali bertindak justru yang berlawanan dengan apa yang dikatakan hati kita, alasannya cuma 1 : untuk kebaikan, kebaikan bersama.
Lalu, dengan siapa lagi kita akan jujur ? bila dengan hati kita sendiri kita lebih sering berbohong ?
Munafik ? banyak orang yang tidak mau di cap munafik, tapi nyatanya munafik itu ada di setiap diri kita.
Jadi, pergunakanlah cermin itu sebagaimana mestinya.
Jika memang sulit untuk jujur terhadap orang lain, maka mulailah untuk jujur pada hatimu, pada dirimu sendiri.
Karena, jika bukan dengan dirimu sendiri, dengan siapa lagi ? hanya kita sendiri yang tahu, apa dan bagaimana hal yang sedang kita rasakan...
Semoga saja, apa yang sedang kau (kita) rasakan dan apa yang keluar dari mulut kita selama ini, jauh dari membohongi diri sendiri, karena membohongi diri sendiri akan terasa sakit yang sangat, dan panjang, dari pada membohongi orang lain . . . .

01042011 |


Datang kesini kawan ku
Dengan langkah semangatmu hari ini
Ingin aku katakan sesuatu kepadamu
Tentang mentari yang menemani siang kita
Serta bulan yang menina bobokan kita
Kau tau ?
Bintang bintang sedang bosan padaku
Karena aku menemukan hal yang luar biasa indah
Dan karena mereka memiliki sesuatu yg baru (juga)
Apa kau tahu apakah itu?
Itu adalah dirimu, kau lah hujan yang membasahi hati kami yang gersang seakan menjadi baru lagi :)
00:42