Minggu, 22 Mei 2011

Hati (cermin)


18052011 |
banyak yang bilang hati adalah cermin diri.
Kau tahu ? sifat cermin yang biasa kau gunakan untuk merapikan penampilanmu, yang biasa kau gunakan untuk melihat pantulan dirimu, jauh berbeda dengan cermin yang ada di dalam dirimu, yaitu hati.
Sadar atau tidak sadar kita sering kali bertindak justru yang berlawanan dengan apa yang dikatakan hati kita, alasannya cuma 1 : untuk kebaikan, kebaikan bersama.
Lalu, dengan siapa lagi kita akan jujur ? bila dengan hati kita sendiri kita lebih sering berbohong ?
Munafik ? banyak orang yang tidak mau di cap munafik, tapi nyatanya munafik itu ada di setiap diri kita.
Jadi, pergunakanlah cermin itu sebagaimana mestinya.
Jika memang sulit untuk jujur terhadap orang lain, maka mulailah untuk jujur pada hatimu, pada dirimu sendiri.
Karena, jika bukan dengan dirimu sendiri, dengan siapa lagi ? hanya kita sendiri yang tahu, apa dan bagaimana hal yang sedang kita rasakan...
Semoga saja, apa yang sedang kau (kita) rasakan dan apa yang keluar dari mulut kita selama ini, jauh dari membohongi diri sendiri, karena membohongi diri sendiri akan terasa sakit yang sangat, dan panjang, dari pada membohongi orang lain . . . .