Jumat, 29 April 2011

surat untuknya . . . .


Hai, apa kabar dirimu disana saat ini ? aku tahu, aku sedikit egois karena tanpa alasan yang jelas, aku tiba tiba menjauhi mu! Bahkan diriku sendiri kini seolah menggapmu orang asing, meskipun hanya bagiku dan diriku!
Aku bingung, bila nanti kelak kau memintaku, untuk memberi penjelasan atas perubahan sikap ku ini, aku tak yakin dan aku tak tahu, apa yang harus aku jelaskan kepadamu ? aku harap, semoga saja kau tidak membenciku atas sikapku ini.
Jaga dirimu baik baik disana, sekali lagi aku mohon maaf kepadamu! Semoga kau bisa lebih bahagia kini, dengan jalan hidup yang kau pilih.
Sampai jumpa . . . .

gelap dan kerinduan ku


Sahabat, dalam gelap kini ku rangkai kata untukmu
Hanya untuk menyampaikan kerinduanku
Akan hadirnya dirimu yang dulu selalu ada dalam terang dan gelapku
Sahabat, apakah kau tahu ?
Bahkan dari cela cahaya lilin dimalam ini, aku masih tetap mengingatmu
Dan membayangkan, andaikan kau kini ada bersamaku
Masih ingatkah kau, saat tawa kita membahana di lorong sekolah ?
Saat tangis terisak di balik megahnya pesta perpisahan ?
Dan, saat rindu tertutup rasa malu untuk mengakuinya
Aku rindu, sangat merindukan hadirmu saat ini
Andai saja, kelak gelap ini pergi dan tergantikan oleh terang
Aku pun berharap, uraian kata ini dapat mewakili isi hatiku
Tentang rinduku pada kalian disana;
Sahabatku ! yang kini tak lagi memakai seragam putih abu abunya, yang kini juga mulai terbiasa tanpa kehadiran dan tanpa persahabatan kita . . . .

Rabu, 27 April 2011

18042011

Apa lagi yang harus aku lakukan
Aku tak tahu lagi apa yang harus aku katakan
Aku rindu pada kalian disana
Aku ingin bisa berkumpul dan bersama lagi
Aku rindu
Aku sangat ingin berjumpa
Aku mohon
Izinkan aku untuk menemuimu
Aku hanya ingin melepas rasa rindu ini
Aku hanya ingin meluapkan kerinduan ini
Aku mohon, bertemulah dengan ku
Datanglah kepadaku
Karena aku merindukan kalian disini
Dihatiku, disisiku
Seperti dulu dan, selamanya . . . .



7 Manfaat DIAM

1. Merupakan Ibadah tanpa harus capek
2. Merupakan hiasan diri tanpa perhiasan
3. Wibawa tanpa kekuasaan
4. Benteng tanpa dinding
5. Tidak perlu meminta maaf kepada siapapun
6. Malaikat pencatat amal menjadi rehat J
7. Penutup keburukan dan sisi-sisi kejahiliyahan diri

Dengan diam, anda mendapatkan kekuatan hebat untuk berfikir secara mendalam tentang apa yang terjadi di sekelilingmu, serta dapat konsentrasi dengan penuh tentang rasionalitas suatu jawaban.
Dengan diam anda telah menguasai orang-orang yang ada di hadapan anda melalui pandangan mata anda yang mengandung banyak makna tersembunyi, yang membuat mereka kebingungan dalam memberikan tafsirnya

Diam yang disertai sedikit gerak pisik dan isyarat mata telah memaksa orang yang ada di hadapan anda harus banyak mengungkapkan isi hatinya, sehingga ia lebih banyak berbicara daripada yang seharusnya ia berbicara

Bisa jadi diam terasa oleh orang lain sebagai serangan terselubung yang menjadikannya semakin mendongkol, sehingga anda menjadi lebih kuat tanpa harus berbicara dan bercapek-capek

Diam bisa menjadi solusi paling jitu dalam menghadapi berbagai problema rumah tangga ringan yang bertumpuk-tumpuk

Di saat-saat genting, diam dapat melahirkan sikap dihormati, sebaliknya, perlawanan dan perdebatan dapat melahirkan sikap semakin menjauh dan dendam

Dengan diam, anda telah menghancurkan berbagai senjata orang yang berseteru denganmu, serta menelanjangi mereka dari kemampuannya untuk melanjutkan kosa katanya

Diam telah menjadi guru yang baik agar anda belajar menjadi pendengar yang baik, di mana banyak orang telah kehilangan sifat ini.

by ayo-tarbiyah

Selasa, 26 April 2011

Jason Mraz - Lucky Lyrics

jason mraz lyric

Do you hear me,
I'm talking to you
Across the water across the deep blue ocean
Under the open sky, oh my, baby I'm trying
Boy I hear you in my dreams
I feel your whisper across the sea
I keep you with me in my heart
You make it easier when life gets hard

I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh

They don't know how long it takes
Waiting for a love like this
Every time we say goodbye
I wish we had one more kiss
I'll wait for you I promise you, I will

I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Lucky we're in love every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday

And so I'm sailing through the sea
To an island where we'll meet
You'll hear the music fill the air
I'll put a flower in your hair
Though the breezes through trees
Move so pretty you're all I see
As the world keeps spinning round
You hold me right here right now

I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
I'm lucky we're in love every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday

Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh
Ooooh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh


[ thanks to yaya_abrahman[at]yahoo.com for submit this lyric ]


powered by lirik lagu indonesia

Afgan Akhir Persahabatan

Ambillah kekasihku
Bila itu yang kau mau
Namun mulai saat ini
Aku tak ingin mengenalmu lagi
Segitu berartikah
Kekasihku di matamu
Hingga kau lupa siapa aku
Aku sahabatmu yang selalu mempercayaimu
Aku terluka sungguh terluka
Tak percaya teganya engkau merebut kekasihku
Aku terluka sungguh terluka
Tak percaya semurah itukah arti persahabatan kita
Inilah akhir persahabatan
Semoga kalian bahagia
Aku terluka sungguh terluka
Tak percaya serendah itukah aku dihargai
Aku teluka sungguh terluka
Tak percaya semurah itukah arti persahabatan kita
Tak percaya …
Tetapi inilah akhir persahabatan kita


sedikit kisah dari alam bawah sadarku

Hari itu hujan membasahi tanah dengan gerimisnya yang sedikit membuat suasana menjadi hangat. Ada mata yang sedikit menyimpan dendam disana saat sepasang mata itu menatap kearah dua orang yang terlihat sedang berbincang sedikit berbisik bisik, lalu seorang diantara mereka pergi, menjauh dari kerumunan sebelumnya, termasuk meninggalkan lawan bicaranya itu. Setelah ia merasa bahwa keadaan sudah sedikit membaik, ia berniat kembali ketempatnya semula, dan berkumpul lagi dengan yang lainnya, namun ternyata ia justru bertemu dengan laki laki yang tadi sempat berbincang dengannya, setelah sempat beberapa kali mengelak dan menghindari laki laki itu, perempuan itu akhirnya menyerah dan dengan berusaha seolah tidak mendengar laki laki itu, perempuan itu terus berjalan, “tunggu! Kamu tahu ? dia marah pada ku saat ini, dia marah dan dia cemburu ! dia seolah kesal dan merasa bahwa aku tidak memperdulikannya ! padahal, kita sudah berusaha memintanya berhenti, tapi dia tidak mendengarkan kita” lelaki itu akhirnya berteriak di telinga perempuan tadi, tanpa menjawab sepatah katapun, karena ia tahu, mata itu masih memandangi mereka dengan sinis, meskipun sebenarnya perempuan ini enggan membantu lelaki itu, namun tiba tiba ia beranjak pergi menuju ruangan tempat wanita pemilik sepasang mata itu memperhatikan mereka sedari tadi, “tenang, yang sabar yah!” ujar perempuan itu saat meninggalkan laki laki itu sembari mengusap pundak laki laki itu secara sekilas. Lalu, keadaan seolah berubah dengan tiba tiba, wanita itu mengamuk dan dia marah! Padahal perempuan itu belum sempat berbicara apapun dengannya, mungkin karena emosinya yang sudah tak bisa ia tahan lagi, perempuan itu sengaja membiarkan aliran listrik membakar ruangan itu, seketika keadaan menjadi tegang, dan semuanya panik, termasuk perempuan itu, ia seakan ingin berlari, namun nyaris tak ada cela! Dan, kebakaran besarpun terjadi. . . .

Waktu berganti, cuaca jalan perumahan kecil ini sangat cerah hari ini, dengan menaiki kendaraan roda tiga, aku dengan perasaan antuias, tak sabar ingin melihat lokasi itu, yang dulu sempat terbakar hebat, terbakar oleh api kecemburuan dan dendam, namun tidak saat ini, tampat itu sudah kembali diperbaiki, dan entahlah, aku merasa sangat merindukan tempat itu, tempat itu ternyata belum berubah, masih seperti dulu, persis sebelum kejadian dahsyat itu terjadi . . . .




(17.20)

E.N.V.Y

Photobucket



NB: sorry, untk tmen" yg ngerasa fotony d bajak^^

4 pintu maksiat memasuki gerbang ZINA...

Mudaha2n Allah yang mulia melindungi kita dan keluarga kita..

Imam ibn qayyim dalam bukunya la taqrabuzzina ,Sebagian besar maksiat tsb terjadi pada
seseorang, melalui empat pintu seperti dibawah ini :
1. Al Lahazhat ( Pandangan pertama).Dimulai dari pandangan mata kepada lawan jenis bukan mahram..
2.Al Khothorot ( pikiran yang melintas di
benak ).lalu pikiran kotor melintasi diri kita
3.Al Lafazhat ( ungkapan kata kata ).Merayu atau saling merayu .....
4. Al Khuthuwat ( langkah nyata untuk
sebuah perbuatan ).akhirnya pintu terakhir terbuka dan dosa besar mulai dihadapkan kita...9hatilah wahai saudara dan saudariku

Tips Mudah Dalam Hafalan

Metode terbaik dalam menghafal al-qur’an ialah apa yang akan kami sebut kan. Metode ini memiliki keistimewaan khusus, yaitu hafalan yang mengakar kuat, di samping menghafal nya pun cepat, hingga kita dapat hafal AL-qur’an dalam waktu singkat, kami akan menjelaskan metode tadi dengan mengambil sample halaman pertama dari QS.Al-jumu’ah, caranya ialah sebagai berikut:1.bacalah ayat pertama sebanyak 20 kali2.bacalah ayat ke dua sebanyak 20 kali3.bacalah ayat ke tiga sebanyak 20 kali4.bacalah ayat ke empat sebanyak 20 kali5.bacalah KEEMPAT ayat tadi dari awal sampai akhir sebanyak 20 kali, agar satu sama lain saling terkait.6.bacalah ayat ke lima sebanyak 20 kali7.bacalah ayat ke enam sebanyak 20 kali8.bacalah ayat ke tujuh sebanyak 20 kali9.bacalah ayat ke delapan sebanyak 20 kali10.bacalah ayat KELIMA sampai KEDELAPAN sebanyak 20 kali, agar satu sama lain saling terkait.11.bacalah ayat PERTAMA hingga ayat KEDELAPAN 20 kali, agar kita menguasai betul halaman ini Dan terapkan selalu metode ini dalam menghafal tiap halaman hingga khatam Al-qur’an, dan jangan menghafal lebih dari seperdelapan juz {1/4 hizib} tiap harinya, agar target hapalan kita tidak terlalu banyak hingga akhirnya kocar kacir.Bila kita ingin menghafal halaman berikut nya pada keesokan harinya, maka sebelum kita terapkan metode tadi, bacalah dahulu halaman kemarin dari awal sampai akhir sebanyak 20 kali, agar hafalan kita betul betul mengakar kuat, Baru setelah itu kita mulai menghafal halaman baru dengan metode yang telah di jelaskan.
Sebagai seorang mukmin, kita tentunya berkeinginan untuk dapat menghafal Al-Quran dan setiap kita pasti memimpikan agar dapat melahirkan anak-anak yang hafal Al-Quran (hafidz/hafidzah). Berikut ini ada beberapa cara/kaidah dasar untuk memudahkan menghafal, di antaranya:
Mengikhlaskan niat hanya untuk Allah Azza wa Jalla.
Memperbaiki tujuan dan bersungguh-sungguh menghafal Al-Quran hanya karena Allah Subhanahu wa Ta`ala serta untuk mendapatkan syurga dan keridhaan-Nya. Tidak ada pahala bagi siapa saja yang membaca Al-Quran dan menghafalnya karena tujuan keduniaan, karena riya atau sumah (ingin didengar orang), dan perbuatan seperti ini jelas menjerumuskan pelakunya kepada dosa.
Dorongan dari diri sendiri, bukan karena terpaksa.
Ini adalah asas bagi setiap orang yang berusaha untuk menghafal Al-Quran. Sesungguhnya siapa yang mencari kelezatan dan kebahagiaan ketika membaca Al-Quran maka dia akan mendapatkannya.
Membenarkan ucapan dan bacaan.
Hal ini tidak akan tercapai kecuali dengan mendengarkan dari orang yang baik bacaan Al-Qurannya atau dari orang yang hafal Al-Quran. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sendiri mengambil/belajar Al-Quran dari Jibril alaihis salam secara lisan. Setahun sekali pada bulan Ramadhan secara rutin Jibril alaihis salam menemui beliau untuk murajaah hafalan beliau. Pada tahun Rasulullah shallallahualaihi wa sallam diwafatkan, Jibril menemui beliau sampai dua kali. Para shahabat radliallahu anhum juga belajar Al-Quran dari Rasulullah shallallahualaihi wa sallam secara lisan demikian pula generasi-generasi terbaik setelah mereka. Pada masa sekarang dapat dibantu dengan mendengarkan kaset-kaset murattal yang dibaca oleh qari yang baik dan bagus bacaannya. Wajib bagi penghafal Al-Quran untuk tidak menyandarkan kepada dirinya sendiri dalam hal bacaan Al-Quran dan tajwidnya.
Membuat target hafalan setiap hari.
Misalnya menargetkan sepuluh ayat setiap hari atau satu halaman, satu hizb, seperempat hizb atau bisa ditambah/dikurangi dari target tersebut sesuai dengan kemampuan. Yang jelas target yang telah ditetapkan sebisa mungkin untuk dipenuhi.
Membaguskan hafalan.
Tidak boleh beralih hafalan sebelum mendapat hafalan yang sempurna. Hal ini dimaksudkan untuk memantapkan hafalan di hati. Dan yang demikian dapat dibantu dengan mempraktekkannya dalam setiap kesibukan sepanjang siang dan malam.
Menghafal dengan satu mushaf.
Hal ini dikarenakan manusia dapat menghafal dengan melihat sebagaimana bisa menghafal dengan mendengar.
Dengan membaca/melihat akan terbekas dalam hati bentuk-bentuk ayat dan tempat-tempatnya dalam mushaf.
Bila orang yang menghafal Al-Quran itu merubah/mengganti mushaf yang biasa ia menghafal dengannya maka hafalannya pun akan berbeda-beda pula dan ini akan mempersulit dirinya.
Memahami adalah salah satu jalan untuk menghafal.
Di antara hal-hal yang paling besar/dominan yang dapat membantu untuk menghafal Al-Quran adalah dengan memahami ayat-ayat yang dihafalkan dan juga mengenal segi-segi keterkaitan antara ayat yang satu dengan ayat yang lainnya.
Oleh sebab itu seharusnyalah bagi penghafal Al-Quran untuk membaca tafsir dari ayat-ayat yang dihafalnya, untuk mendapatkan keterangan tentang kata-kata yang asing atau untuk mengetahui sebab turunnya ayat atau memahami makna yang sulit atau untuk mengenal hukum yang khusus.
Ada beberapa kitab tafsir yang ringkas yang dapat ditelaah oleh pemula seperti kitab Zubdatut Tafsir oleh Asy-Syaikh Muhammad Sulaiman Al-Asyqar.
Setelah memiliki kemampuan yang cukup, untuk meluaskan pemahaman dapat menelaah kitab-kitab tafsir yang berisi penjelasan yang panjang seperti Tafsir Ibnu Katsier, Tafsir Ath-Thabari, Tafsir As-Sadi dan Adhwaaul Bayaan oleh Asy-Syanqithi.wajib pula menghadirkan hatinya pada saat membaca Al-Quran.
Tidak pindah ke surat lain sebelum hafal benar surat yang sedang dihafalkan.
Setelah sempurna satu surat dihafalkan, tidak sepantasnya berpindah ke surat lain kecuali setelah benar-benar sempurna hafalannya dan telah kokoh dalam dada.
Selalu memperdengarkan hafalan (disimak oleh orang lain).
Orang yang menghafal Al-Quran tidak sepantasnya menyandarkan hafalannya kepada dirinya sendiri. Tetapi wajib atasnya untuk memperdengarkan kepada seorang hafidz atau mencocokkannya dengan mushaf. Hal ini dimaksudkan untuk mengingatkan kesalahan dalam ucapan, atau syakal ataupun lupa.
Banyak sekali orang yang menghafal dengan hanya bersandar pada dirinya sendiri, sehingga terkadang ada yang salah/keliru dalam hafalannya tetapi tidak ada yang memperingatkan kesalahan tersebut.
Selalu menjaga hafalan dengan murajaah.
Bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam : “Jagalah benar-benar Al-Quran ini, demi Yang jiwaku berada di Tangan-Nya, Al-Quran lebih cepat terlepas daripada onta yang terikat dari ikatannya.”
Maka seorang yang menghafal Al-Quran bila membiarkan hafalannya sebentar saja niscaya ia akan terlupakan. Oleh karena itu hendak hafalan Al-Quran terus diulang setiap harinya. Bila ternyata hafalan yang ada hilang dalam dada tidak sepantasnya mengatakan: “Aku lupa ayat (surat) ini atau ayat (surat) itu.” Akan tetapi hendaklah mengatakan: “Aku dilupakan,” karena Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam telah bersabda: (..arab..)
Bersungguh-sungguh dan memperhatikan ayat yang serupa.
Khususnya yang serupa/hampir serupa dalam lafadz, maka wajib untuk memperhatikannya agar dapat hafal dengan baik dan tidak tercampur dengan surat lain.
Mencatat ayat-ayat yang dibaca/dihafal.
Ada baiknya penghafal Al-Quran menulis ayat-ayat yang sedang dibaca/dihafalkannya, sehingga hafalannya tidak hanya di dada dan di lisan tetapi ia juga dapat menuliskannya dalam bentuk tulisan.
Berapa banyak penghafal Al-Quran yang dijumpai, mereka terkadang hafal satu atau beberapa surat dari Al-Quran tetapi giliran diminta untuk menuliskan hafalan tersebut mereka tidak bisa atau banyak kesalahan dalam penulisannya.
Memperhatikan usia yang baik untuk menghafal.
Usia yang baik untuk menghafal kira-kira dari umur 5 tahun sampai 25 tahun. Wallahu alam dalam batasan usia tersebut. Namun yang jelas menghafal di usia muda adalah lebih mudah dan lebih baik daripada menghafal di usia tua.
Pepatah mengatakan: Menghafal di waktu kecil seperti mengukir di atas batu, menghafal di waktu tua seperti mengukir di atas air.
HAL-HAL YANG DAPAT MENGHALANGI HAFALAN
Setelah kita mengetahui beberapa kaidah dasar untuk menghafal Al-Quran maka sudah sepantasnya bagi kita untuk mengetahui beberapa hal yang menghalangi dan menyulitkan hafalan agar kita dapat waspada dari penghalang-penghalang tersebut.
Di antaranya:
Banyaknya dosa dan maksiat.
Sesungguhnya dosa dan maksiat akan melupakan hamba terhadap Al-Quran dan terhadap dirinya sendiri. Hatinya akan buta dari dzikrullah.
1. Tidak adanya upaya untuk menjaga hafalan dan mengulangnya secara terus-menerus. Tidak mau memperdengarkan (meminta orang lain untuk menyimak) dari apa-apa yang dihafal dari Al-Quran kepada orang lain.
2. Perhatian yang berlebihan terhadap urusan dunia yang menjadikan hatinya tergantung dengannya dan selanjutnya tidak mampu untuk menghafal dengan mudah.
3. Berambisi menghafal ayat-ayat yang banyak dalam waktu yang singkat dan pindah ke hafalan lain sebelum kokohnya hafalan yang lama.
Kita mohon pada Allah Subhanahu wa Ta`ala semoga Dia mengkaruniakan dan memudahkan kita untuk menghafal kitab-Nya, mengamalkannya serta dapat membacanya di tengah malam dan di tepi siang. Wallahu alam bishawwab.
(Ummu Abdillah & Ummu Maryam, dinukil dari kutaib: “Kaifa Tataatstsar bil Quran wa Kaifa Tahfadzuhu?” oleh Abi Abdirrahman)

Orang Tua Terbaik Di Dunia

Awalnya aku iri padamu kawan. Aku iri pada semua anak di dunia yang memiki orang tua yang menyangi anaknya dan selalu ada waktu untuk keluarganya. Bisa mengobrol dangan ayah itu pasti asyik. Atau bisa curhat pada ibu juga pasti lebih melegakan daripada curhat kepada teman.

Tetapi tidak dengan orangtuaku. Ya, orangtuaku. Mereka adalah manusia super sibuk. Ibuku setiap pagi harus pergi mengajar anak anak lain sepertiku, dan pulang di siang hari. Dan malamnya ia pakai untuk mengerjakan tugas tugasnya sebagai guru, memeriksa tugas dan ulangan mereka. Dan sisa waktu luangnya ia gunakan untuk meregangkan otot ototnya.

Tidakkah ia ingat denganku yang masih remaja dan membutuhkan perhatian lebih? Aku ini remaja labil kawan, sedikit di sentuh langsung terjatuh. Aku butuh ibu yang bisa mendengarkan semua cerita dan keluh kesahku. Dan yang lebih menyakitkan bagiku adalah ketika aku melihat ibuku sedang mengajar anak anak sepertiku, ia terlihat begitu perhatian kepada anak anak itu. Tetapi tidak denganku. Ya , tidak denganku.

Terlebih lagi ayahku, ia lebih sibuk dari ibuku. Ia terkadang pergi di pagi buta dan pulang malam hari. Atau terkadang pulang sore hari atau siang hari, atau … ah sudahlah tak akan kutuliskan jadwal keseharian ayahku karena aku pun tidak mengerti dengan jadwal ayahku yang tidak tentu itu. Mengingat pekerjaanya sebagai salah satu orang yang berwenang di perusahaannya dan tidak memiliki waktu yang mengikat, dan mengingat perannya yang cukup penting di masyarakat membuatnya harus selalu menyediakan waktu untuk masyarakatnya. Lalu sisa waktu luangnya di rumah ia gunakan untuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya. Maka di rumah ia hanya duduk di depan laptop hitamnya atau tidur untuk meregangkan otot ototnya. Ketika aku mencoba mengobrol dengannya, iya hanya menjawab “hmm” lalu beberapa saat diam, lalu berkata “tadi bilang apa?’ lalu sibuk mengetik dan manatap layar kaca laptopnya.

Kawan, sakali lagi kukatakan padamu, aku ini remaja labil. Aku butuh seorang lelaki yang bisa membuat aku tertawa dan melupakan tumpukkan tugas dan pr dari sekolahku untuk beberapa saat.

Ya, aku iri padamu kawan. Sampai suatu saat ketika sebentar lagi umurku akan merubah statusku. Dari remaja menjadi dewasa. Sesuai dengan Undang Undang Republik Indonesis. Kira kira berapa umurku saat itu? Yap. 16 tahun kawan.

Saat itu, saat aku berusia 16 tahun. aku bicara dengan ayah dan ibuku. Kali ini kami saling menatap wajah, aku mengobrol banyak hal pada mereka. Aku tanyakan semua pertanyaan yang selalu kupendam selama ini. Rasanya nyaman kawan. Nyaman sekali rasanya bisa mengobrol dengan ayah dan ibu, tetapi, walaupun aku senang, saat itu aku melihat wajah ayah dan ibuku dengan seksama. Kau tau kawan? Mata mereka kini tidak lagi cerah seperti dulu, matanya menyiratkan kelelahan, kulit mereka tidak lagi segar, kini mulai tumbuh keriput keriput kecil di sisi mata kanan dan kirinya.

Ya Allah, saat itu aku berpikir… apakah wajah kelelahan itu untukku? Ya kawan, semuanya untukku. Setiap hari mereka berjuang untukku, berjuang agar aku bisa sekolah dan menabung untuk uang kuliahku. Dan karena aku tidak menyadari semua itu, aku biarkan ayahku mengambil rapor sekolahku dengan nilaiku yang tidak memuaskan. Tapi apa katanya kawan? “tak apa apa nak, masih ada semester depan, belajarlah yang rajin ya” ya, itulah yang ia katakan. Ia selalu memotivasiku.

Maka pantaskah aku berharap untuk dibuat tertawa oleh mereka? Pantaskah aku jejali hari hari melelahkan mereka dengan cerita ceritaku yang membosankan? Seharusnya aku yang membuat mereka bahagia dan membuat mereka tertawa. Ya, aku seharusnya berpikir lebih dewasa. Ayah, ibu, maafkan aku.

Dan detik itu juga kawan, aku tidak berpikir bahwa aku iri padamu, tapi aku bangga karena aku punya orangtua terbaik di dunia.

Source : Resensi.net