Langsung ke konten utama

sedikit kisah dari alam bawah sadarku

Hari itu hujan membasahi tanah dengan gerimisnya yang sedikit membuat suasana menjadi hangat. Ada mata yang sedikit menyimpan dendam disana saat sepasang mata itu menatap kearah dua orang yang terlihat sedang berbincang sedikit berbisik bisik, lalu seorang diantara mereka pergi, menjauh dari kerumunan sebelumnya, termasuk meninggalkan lawan bicaranya itu. Setelah ia merasa bahwa keadaan sudah sedikit membaik, ia berniat kembali ketempatnya semula, dan berkumpul lagi dengan yang lainnya, namun ternyata ia justru bertemu dengan laki laki yang tadi sempat berbincang dengannya, setelah sempat beberapa kali mengelak dan menghindari laki laki itu, perempuan itu akhirnya menyerah dan dengan berusaha seolah tidak mendengar laki laki itu, perempuan itu terus berjalan, “tunggu! Kamu tahu ? dia marah pada ku saat ini, dia marah dan dia cemburu ! dia seolah kesal dan merasa bahwa aku tidak memperdulikannya ! padahal, kita sudah berusaha memintanya berhenti, tapi dia tidak mendengarkan kita” lelaki itu akhirnya berteriak di telinga perempuan tadi, tanpa menjawab sepatah katapun, karena ia tahu, mata itu masih memandangi mereka dengan sinis, meskipun sebenarnya perempuan ini enggan membantu lelaki itu, namun tiba tiba ia beranjak pergi menuju ruangan tempat wanita pemilik sepasang mata itu memperhatikan mereka sedari tadi, “tenang, yang sabar yah!” ujar perempuan itu saat meninggalkan laki laki itu sembari mengusap pundak laki laki itu secara sekilas. Lalu, keadaan seolah berubah dengan tiba tiba, wanita itu mengamuk dan dia marah! Padahal perempuan itu belum sempat berbicara apapun dengannya, mungkin karena emosinya yang sudah tak bisa ia tahan lagi, perempuan itu sengaja membiarkan aliran listrik membakar ruangan itu, seketika keadaan menjadi tegang, dan semuanya panik, termasuk perempuan itu, ia seakan ingin berlari, namun nyaris tak ada cela! Dan, kebakaran besarpun terjadi. . . .

Waktu berganti, cuaca jalan perumahan kecil ini sangat cerah hari ini, dengan menaiki kendaraan roda tiga, aku dengan perasaan antuias, tak sabar ingin melihat lokasi itu, yang dulu sempat terbakar hebat, terbakar oleh api kecemburuan dan dendam, namun tidak saat ini, tampat itu sudah kembali diperbaiki, dan entahlah, aku merasa sangat merindukan tempat itu, tempat itu ternyata belum berubah, masih seperti dulu, persis sebelum kejadian dahsyat itu terjadi . . . .




(17.20)

Komentar

  1. tira, postingan ini boleh gw masukin ke ebook Cerita Tentang Hujan ga? :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Review] Sebongkah Kerinduan

Hai 2015. Hai para penjelajah blog, kali ini saya kembali dan ingin mencoba untuk menulis sebuah review buku, karena sebelumnya saya belum pernah menulis review buku, jadi saya akan mencobanya dengan menulis tentang buku saya sendiri, mungkin kalian akan berfikir saya melakukan ini dengan sedikit tujuan seperti promosi atau mungkin membanggakan karya saya sendiri, tapi kalau anda meneruskan membaca review ini, saya yakin anda pasti akan berfikir sebaliknya, jadi …. Bagaimana kalau kita mulai sekarang ?

Judul : Sebongkah Kerinduan Penulis : Tsanamilta Amirah Penerbit : Mozaik Indonesia Cetakan Pertama : 2013





Oke, untuk kalian ketahui, sebenarnya saya sudah menyelesaikan novel ini 2 tahun sebelumnya, dan novel pertama saya ini sebenarnya adalah naskah ke dua yang saya kirimkan pada pihak penerbit yang sama, [jangan tanya kemana naskah pertama saya saat ini karena kalaupun naskah itu rilis atau dibukukan, pasti orang orang akan mengira saya melakukan plagiat terhadap sebuah judul sinetron di…

tentang aku (dan buku harian ku)

RINDUKAN DIRIMU (part 11)

Hulla semuanya ^_^ apa kabar ? Absen dulu yuk ? hha ,,,
Keke 
cilukba ……..
Acha