Sabtu, 14 Maret 2009

mizz"puitisz

Hari ini mungkin hanya ada diriku
Mungkin esok hanya ada dirinya
Namun tak ada yang mengerti mengapa aku selalu mengharapkan suatu saat disini ada aku dan dirinya…
Kwkwkwwkkwkwkwkwkwk________
Diriku kini hampa menyepi menanti cintanya
Namun sesungguhnya diriku kini ada ditengah badai bintang-bintang yang menari
Karena bintang-bintangpun tak dapat memahami mengapa aku kini merasa sendiri_____
Hohohohohohohohohohohohohhoohhohohohohohoho J
Aku mempunyai satu masalah yang selalu berputar di otakku,
Mengapa deburan ombak tak pernah berubah tetapi sifat setiap orang bisa berubah setiap saat dan kapanpun,,,
-ada yang bisa menjawabnya ???-
Asa yang terbungkus rapi kini telah meluap menjadi khayal,
♪tangga nada yang berbaris membentuk irama yang khas ditelingaku
♪itulah suara nafas cintanya
♪namun mengapa hanya aku yang mampu mendengarnya
♪namun belum tentu alunan nada itu untukku atau seseorang yang lain…
♪aku tau apa makna dari sebuah tulisan tangan dan aku mengerti setiap baris kalimat yang terurai
♪kini tak mungkin lagi bisa aku kembangkan senyum bahagiaku karna hingga saat ini aku belum bisa masuk kedasar hatinya
♪hatinya memang lembut tetapi mungkin kini beku oleh perasaan yang lain
♪entah perasaan apa itu namun disisa detik waktu antara khayal & mimpiku aku akan terus menanti dirinya, hingga sebuah dentingan di kehidupan nyata telah menyadarkanku
♪tentang dirinya, tentang diriku, dan tentang kita semua…
Hati yang tertawa kini seolah tak mampu menahan, hanya karena sapaan manis dari bibirnya J
Puing-puing sinar mentari pagi ini seolah tak berdaya menembus dasar hati ku yang terlampau dingin…
Kini dimana hujan bergemericik dan disaat musim pergi meninggalkan duka itulah saat ima aku ada di persimpangan waktu dan tempat…
Gunung yang terdiam meratapi awan putih yang tertiup kesana kemari juga tampak murung oleh senja yang tak kunjung berganti…
Kini rindu hingga semua asa tak mampu lagi di kuasai oleh akal dan pikiran manusiawi_
Semua, semuanya tak satupun mengerti maksud pikiranku yang kini sedang ingin kutuang kedalam setetes botol anggur J
Kaki dan tanganku kini seolah lelah memilih dan juga mungkin tak akan sanggup lagi untuk berlari mengejar sang waktu…
Tiupan angin kencang mewakili badai yang sedang menerpa hatiku, entah kapan ia akan berakhir namun kuharap ia akan segera berakhir…
J mungkin kau bukan yang bisa ku miliki selamanya, mungkin kau hanya akan menjadi mimpi selamanya… (dRive, mImpi seLamanya)