Selasa, 26 Januari 2010

renungan cermin ilusi

di sebuah lorong yg sempit & sedikit tercium bau yg kurang sedap, karna banyak sampah yg di biarkan tergeletak di sisi jalan, di sudut lorong tersebut, ada dua orang gadis kecil dengan rambut masing masih di kuncir dua, mereka bermain & tertawa bersama, mereka begitu larut dalam canda khas siswa taman kanak kanak, kedua gadis kecil itu tumbuh bersama seiring dengan berjalannya sang waktu, meskipun hari hari mereka tak luput dari tawa & terkadang tangis, semuanya mereka lalui bersama hingga kini mereka beranjak dewasa, meskipun saat ini mereka tak lagi menggunakan dua buah ikat rambut & tidak lagi memakai seragam sekolah yg sama, namun waktu ternyata tak mampu melunturkan persahabatan mereka, tetapi waktulah yang menjaga keakraban mereka berdua hingga kini dewasa, denting jam masih akan terus berputar & siang malam akan terus datang silih berganti, kini mereka sedang membangun impian bersama demi masa depan yg lebih cerah, meskipun satu dari mereka buta & satunya lagi bisu, namun mata hati & pikiran mereka akan terus hidup untuk tetap menjaga persahabatan yg mereka jalin selama ini ...



Jakarta, 1 Agustus 2009