Langsung ke konten utama

renungan cermin ilusi

di sebuah lorong yg sempit & sedikit tercium bau yg kurang sedap, karna banyak sampah yg di biarkan tergeletak di sisi jalan, di sudut lorong tersebut, ada dua orang gadis kecil dengan rambut masing masih di kuncir dua, mereka bermain & tertawa bersama, mereka begitu larut dalam canda khas siswa taman kanak kanak, kedua gadis kecil itu tumbuh bersama seiring dengan berjalannya sang waktu, meskipun hari hari mereka tak luput dari tawa & terkadang tangis, semuanya mereka lalui bersama hingga kini mereka beranjak dewasa, meskipun saat ini mereka tak lagi menggunakan dua buah ikat rambut & tidak lagi memakai seragam sekolah yg sama, namun waktu ternyata tak mampu melunturkan persahabatan mereka, tetapi waktulah yang menjaga keakraban mereka berdua hingga kini dewasa, denting jam masih akan terus berputar & siang malam akan terus datang silih berganti, kini mereka sedang membangun impian bersama demi masa depan yg lebih cerah, meskipun satu dari mereka buta & satunya lagi bisu, namun mata hati & pikiran mereka akan terus hidup untuk tetap menjaga persahabatan yg mereka jalin selama ini ...



Jakarta, 1 Agustus 2009

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jori King - Love At First Sight Lyrics + DL

(x2)  She got me feelin like  Uh uh oh whoa oh  Uh uh oh whoa oh oh yeah  *Beginning Chorus*  And I never felt this way before  And I wanna give you all my world cuz  You you make me believe in love at first sight  And I do, yes I do, I-I do, yes I do  You you make me believe in love at first sight  And I do, yes I do, I-I do, yes I do  *Verse 1*  Girl you make me believe in things I've never seen  And it's a trip to me how she got me feelin weak  I just don't understand I was the type of man  That could care one less about a girl yet here I am  I don't know what to say think bout everyday  I must admit that I hate whenever you're away  I don't know what to do cuz when I think of you  Somethin happens to me babe  *Pre-Hook*  Oh pretty girl I really don't think that you know  How strong or deep my love for you can go  I never thought it could happen to me  But baby girl...

[Review] Sebongkah Kerinduan

Hai 2015. Hai para penjelajah blog, kali ini saya kembali dan ingin mencoba untuk menulis sebuah review buku, karena sebelumnya saya belum pernah menulis review buku, jadi saya akan mencobanya dengan menulis tentang buku saya sendiri, mungkin kalian akan berfikir saya melakukan ini dengan sedikit tujuan seperti promosi atau mungkin membanggakan karya saya sendiri, tapi kalau anda meneruskan membaca review ini, saya yakin anda pasti akan berfikir sebaliknya, jadi …. Bagaimana kalau kita mulai sekarang ? Judul : Sebongkah Kerinduan Penulis : Tsanamilta Amirah Penerbit : Mozaik Indonesia Cetakan Pertama : 2013 Oke, untuk kalian ketahui, sebenarnya saya sudah menyelesaikan novel ini 2 tahun sebelumnya, dan novel pertama saya ini sebenarnya adalah naskah ke dua yang saya kirimkan pada pihak penerbit yang sama, [jangan tanya kemana naskah pertama saya saat ini karena kalaupun naskah itu rilis atau dibukukan, pasti orang orang akan mengira saya melakukan plagiat te...

RINDUKAN DIRIMU (part 6-9)

Ozy terduduk diam di kursi salah satu sudut belakang panggung, sepertinya dia sedikit nervous karena sebentar lagi dia akan tampil untuk menggantikan posisi Rio dan Keke di atas panggung, “Zy, kamu dah siap kan ?” tanya Acha menegur Ozy dan duduk di dekat Ozy, “ng ..” Ozy belum menjawab, ia hanya berkata di dalam hatinya, ‘aku gugup banget nih, apa lagi kalau liat kamu’ Ozy tersenyum tipis, Acha sempat menangkap ekspresi muka Ozy yang memberikan seulas senyuman tanpa sebab itu, “hey Zy ! yaelah, di tanyain malah bengong” Acha geleng geleng melihat temannya itu, “iya Cha, aku udah siap kok, siap banget malah, kamu juga kan ?” jawab Ozy akhirnya, ia menghela nafas panjang, iringan lagu Indonesia Pusaka akan segera berakhir, itu pertanda Ozy dan Acha harus segera beranjak dari duduk mereka, “bismillah ..” ujar Ozy sembari menarik nafas panjang (lagi), sepertinya mereka memang sangat gugup untuk tampil di panggung, hingga tak menyadari, sedari tadi Nova dan Alvin memperhatikan mereka ber...