Langsung ke konten utama

Sedikit Bercerita I


Ada sesuatu yang hilang dan aku rindukan, dan ternyata mimpi ku menjawab tanyaku, bahwa yang aku rindukan adalah mereka, namun begitu aku terbangun, mereka begitu mengecewakan !
Entahlah mungkin bagiku takkan pernah ada kata bosan berada di tengah mereka, di tengah para pemikir panjang yang kepanjangan, di tengah para pemikir handal yang terlalu handal, di antara para pemikir singkat yang nyaris tak terlihat, serta di antara sekumpulan orang orang egois dan penuh percaya diri ! ya mereka sama seperti ku.
Jarak dan waktu nyaris tak pernah terlihat di tengah kami semua, maka dari itu, ketika waktu membuat kami sedikit berjarak, tak jarang aku merindukan dan memimpikan mereka, para kuli tinta yang tidak mengenal lelah, para penulis yang selalu memiliki ide luar biasanya, mereka juga sama seperti aku disini.
Aku mengenal mereka tak butuh waktu lama untuk saling berinteraksi dan terbuka, namun tak semua dari mereka bisa aku pahami dalam waktu singkat.
Ini yang ingin aku ceritakan, untuk melanjutkan cerita yang sebelumnya . . . .
egois, ya kami semua egois disini
pemarah, tentu semua orang memiliki tingkatan emosi yang berbeda beda
pendendam, hal buruk yang pasti dimiliki semua manusia
pesimistis, penyakit yang mem-benalu di diri kita
Aku kecewa, padahal aku sudah memperingatkan semua itu pada mereka: untuk lebih bersabar dan bisa mengontrol diri. Dan jika sudah seperti ini keadaanya, aku tidak akan lagi ikut campur ! Sudah ku katakan dengan jelas, untuk bersabar, karena pasti ada saat yang tepat. Semua ini demi kalian juga, entah kapan kalian akan mengerti ?
Aku mohon, ingatlah perjuangan kalian bagaimana kalian bisa berada di tempat ini sekarang, bagaimana susahnya dan sabarnya kalian hingga kalian mendapatkan apa yang kalian mau ? Aku, aku hanya meminta pada kalian untuk lebih bersabar, karena belum waktunya kalian dan kita semua disini untuk membusungkan dada, ini adalah saatnya untuk kita bisa lebih memperuncing goresan tinta kita, ini saatnya kita untuk lebih menghangatkan keluarga besar kita !
Aku tahu, mungkin itu ungkapan, karena kalian merasa bahagia telah mencapai sesuatu yang memang kalian inginkan selama ini, tapi apakah kalian mengerti ? meskipun kalian sudah tiba di puncaknya, kalian seharusnya tahu bagaimana caranya agar kalian tidak tergelincir lagi ke bewah ? bagaimana caranya agar kalian tetap bisa bertahan dan bisa meneruskan apapun yang sebelumnya menjadi tujuan utama kalian ? tujuan kalian sebelumnya untuk menjadi kuli tinta seperti kami, yang kebetulan lebih dulu ada sebelum kalian ?
Aku jadi ingin tahu, jangan jangan kalian ingin menjadi seperti kami, hanya untuk meninggikan eksistensi saja ? ingat kawan, sebuah hasil yang baik takkan terjadi melalui proses yang singkat! Semua itu butuh waktu dan perjuangan yang panjang !
Kini, aku sudah angkat tangan! Aku tak akan lagi ikut campur urusan kalian disana! Selamat menikmati pahitnya tinta itu dan keringnya kertas yang harus kalian isi dengan darah dan pikiran kalian! SELAMAT BERJUANG !

Komentar

  1. Wow Miiii', Q masih blum sepenuhnya ngerti, emg apa yg terjadi ? knapa dengan ALD ? Apa yg sudah mereka lakukan dan katakan ?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jori King - Love At First Sight Lyrics + DL

(x2)  She got me feelin like  Uh uh oh whoa oh  Uh uh oh whoa oh oh yeah  *Beginning Chorus*  And I never felt this way before  And I wanna give you all my world cuz  You you make me believe in love at first sight  And I do, yes I do, I-I do, yes I do  You you make me believe in love at first sight  And I do, yes I do, I-I do, yes I do  *Verse 1*  Girl you make me believe in things I've never seen  And it's a trip to me how she got me feelin weak  I just don't understand I was the type of man  That could care one less about a girl yet here I am  I don't know what to say think bout everyday  I must admit that I hate whenever you're away  I don't know what to do cuz when I think of you  Somethin happens to me babe  *Pre-Hook*  Oh pretty girl I really don't think that you know  How strong or deep my love for you can go  I never thought it could happen to me  But baby girl...

[Review] Sebongkah Kerinduan

Hai 2015. Hai para penjelajah blog, kali ini saya kembali dan ingin mencoba untuk menulis sebuah review buku, karena sebelumnya saya belum pernah menulis review buku, jadi saya akan mencobanya dengan menulis tentang buku saya sendiri, mungkin kalian akan berfikir saya melakukan ini dengan sedikit tujuan seperti promosi atau mungkin membanggakan karya saya sendiri, tapi kalau anda meneruskan membaca review ini, saya yakin anda pasti akan berfikir sebaliknya, jadi …. Bagaimana kalau kita mulai sekarang ? Judul : Sebongkah Kerinduan Penulis : Tsanamilta Amirah Penerbit : Mozaik Indonesia Cetakan Pertama : 2013 Oke, untuk kalian ketahui, sebenarnya saya sudah menyelesaikan novel ini 2 tahun sebelumnya, dan novel pertama saya ini sebenarnya adalah naskah ke dua yang saya kirimkan pada pihak penerbit yang sama, [jangan tanya kemana naskah pertama saya saat ini karena kalaupun naskah itu rilis atau dibukukan, pasti orang orang akan mengira saya melakukan plagiat te...

RINDUKAN DIRIMU (part 6-9)

Ozy terduduk diam di kursi salah satu sudut belakang panggung, sepertinya dia sedikit nervous karena sebentar lagi dia akan tampil untuk menggantikan posisi Rio dan Keke di atas panggung, “Zy, kamu dah siap kan ?” tanya Acha menegur Ozy dan duduk di dekat Ozy, “ng ..” Ozy belum menjawab, ia hanya berkata di dalam hatinya, ‘aku gugup banget nih, apa lagi kalau liat kamu’ Ozy tersenyum tipis, Acha sempat menangkap ekspresi muka Ozy yang memberikan seulas senyuman tanpa sebab itu, “hey Zy ! yaelah, di tanyain malah bengong” Acha geleng geleng melihat temannya itu, “iya Cha, aku udah siap kok, siap banget malah, kamu juga kan ?” jawab Ozy akhirnya, ia menghela nafas panjang, iringan lagu Indonesia Pusaka akan segera berakhir, itu pertanda Ozy dan Acha harus segera beranjak dari duduk mereka, “bismillah ..” ujar Ozy sembari menarik nafas panjang (lagi), sepertinya mereka memang sangat gugup untuk tampil di panggung, hingga tak menyadari, sedari tadi Nova dan Alvin memperhatikan mereka ber...