Langsung ke konten utama

Sedikit Bercerita II


Huwaah, perdebatan lagi ?
terkadang aku benci pertengkaran otak !
semua orang tahu aku tidak sepintar mereka, para pemikir keras yang senang dengan aroma persengitan kata kata dan pemikiran yang dalam …
Terkadang hal ini yang membuatku tidak betah berada di tengah mereka
kalimat mereka begitu membuat kepala ku pusing
mereka terlalu intelek bagiku
mereka terlalu pintar untuk aku pahami
diksi yang mereka gunakan terlalu tinggi untukku
Iya, memang, aku bukan mereka
bukan satu dari segerombolan mereka yang berotak encer dan memiliki pengetahuan yang luas
bukan seperti mereka yang tidak pernah merasa cukup dengan ilmu yang mereka punya
iya memang benar, aku bukan mereka
Lalu kenapa aku masih bertahan untuk tetap bersama mereka ?
orang orang cerdas
berintelektual tinggi
penuh rasa optimis dan realistis
dan tentu saja, otak mereka tak pernah buntu
seolah ide dan pemikiran yang luar biasa selalu mengaliri pikiran mereka
Aku tak pernah mengerti bagaimana bisa mereka menjadi seperti itu ?
dan jawaban dari pertanyaan mengapa aku masih bertahan
tak lain adalah karena aku ingin menjadi seperti mereka
Mungkin mustahil, mengingat aku tak sesabar mereka
mengingat aku yang sangat keras kepala dan sok pintar ini
tapi aku akan diam diam memahami dan mempelajari
karena, cukup sudah mereka mengolok olok otakku yang kosong ini
cukup sudah kata kata sindiran itu aku dengar
Karena kini saatnya, aku mengikuti permainan otak mereka
dan suatu hari aku tak boleh kalah jenius dari mereka disana
yang selalu dimataku mereka termasuk orang orang  yang membusungkan dadanya
dan sama sepertiku! mereka sok pintar !!

Komentar

  1. dan sama sepertiku 'Mereka sok pintar'


    terkadang, semua orang sering berpikiran seperti itu mi', Q,kamu,mereka !!! semua orang, sama saja !!!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Review] Sebongkah Kerinduan

Hai 2015. Hai para penjelajah blog, kali ini saya kembali dan ingin mencoba untuk menulis sebuah review buku, karena sebelumnya saya belum pernah menulis review buku, jadi saya akan mencobanya dengan menulis tentang buku saya sendiri, mungkin kalian akan berfikir saya melakukan ini dengan sedikit tujuan seperti promosi atau mungkin membanggakan karya saya sendiri, tapi kalau anda meneruskan membaca review ini, saya yakin anda pasti akan berfikir sebaliknya, jadi …. Bagaimana kalau kita mulai sekarang ?

Judul : Sebongkah Kerinduan Penulis : Tsanamilta Amirah Penerbit : Mozaik Indonesia Cetakan Pertama : 2013





Oke, untuk kalian ketahui, sebenarnya saya sudah menyelesaikan novel ini 2 tahun sebelumnya, dan novel pertama saya ini sebenarnya adalah naskah ke dua yang saya kirimkan pada pihak penerbit yang sama, [jangan tanya kemana naskah pertama saya saat ini karena kalaupun naskah itu rilis atau dibukukan, pasti orang orang akan mengira saya melakukan plagiat terhadap sebuah judul sinetron di…

tentang aku (dan buku harian ku)

RINDUKAN DIRIMU (part 11)

Hulla semuanya ^_^ apa kabar ? Absen dulu yuk ? hha ,,,
Keke 
cilukba ……..
Acha