Sabtu, 21 Agustus 2010

Titip Rindu Lewat Doa™ 2


Lampu mulai menyala dan semuanya sepertinya akan segera dimulai, aku tak sabar ingin melihat anak anak kebanggan Indonesia itu segera menguasai panggung kebanggaan di depan sana, layar besar di panggung menunjukan gambar cerita perjuangan finalis yang kini hanya bersisa 2 orang, Rio dan Lintar, melalui video itu, aku pun seolah diajak mengingat masa masa saat pertama kalinya Rara mengajakku nonton di balai desa, lalu … musik pun mengalun!
            “Buka hati mu … bukalah sedikit untukku, sehingga diri ku bisa memilikimu…” apa ? sejak kapan mereka berada di atas panggung sana ? dan sejak kapan kedua finalis itu berdiri di baris terdepan penonton ? aku mulai terhanyut memperhatikan setiap detail detik detik yang tak pernah ku sangka ini, setelah lagu itu, ada sebuah kolaborasi band lokal Indonesia dengan beberapa finalis cowo, dan … astaga ! itu Ozy ! itu dia, dia yang selama ini membuatku bersemangat, meskipun sudah lama aku tidak melihatnya, meskipun akhirnya minggu lalu aku sempat melihatnya di tivi, namun ternyata kali ini aku bisa melihatnya tanpa layar kaca se-inci pun ! ia bernyanyi bersama teman temannya dan membawakan lagu dari band tersebut, aku suka gaya menyanyinya yang natural, dan seakan mengajakku ikut melantunkan lagu itu bersamanya, ya  khas Ozy !
            Berjam jam berlalu, kini aku lagi lagi mendadak menahas nafasku, saat ia lagi lagi bersiap di atas panggung, kini ia dan 11 finalis idola cilik 3 lainnya bernyanyi, ia berdiri di sisi kanan panggung bersama Keke, sama seperti yang lain di posisi mereka masing masing, nada lagu sebuah band remaja yang memang pernah aku dengar waktu itu kini menyertai gerakan koreografi mereka, “dengarkan curhatku, tentang dirinmu betapa anehnya tingkah lakumu …” mereka bernyanyi dengan part mereka masing masing, seperti biasa mereka selalu SEMPURNA ! itu yang membuat aku selalu rindu akan penampilan mereka, lalu setelah lagu itu usai, seolah tanpa jeda keluarlah Lintar dan Rio serta 9 idola cilik lainnya, dari berbagai angkatan, mereka menyanyikan lagu yang, maaf lagi lagi sangat aku suka, entah karena lagunya yang memang indah atau karena mereka yang membawakannya, tapi aku yakin, itu lebih dari kedua alasan tersebut, “bangkitlah indonesia, tunjukan pada dunia, mari majulah indonesiaku …”.
            Kini, setelah lagu cublak cublak suweng, paris berantai, Indonesia pusaka, serta laskar pelangi, dan harmoni cintanya Gita Gutawa, aku ingin tertawa karena penampilan kali ini, siapa lagi kalu bukan Uncle Joe dan Om Dave ! mereka bernyanyi seolah panggung megah itu adalah milik mereka, sangat menghibur! karena aku belum pernah sama sekali melihat mereka bernyanyi di pentas ini.
            Jeda acara kali ini terasa panjang, aku melihat beberapa kru mengantarkan sebuah piano putih nan cantik ke sisi kiri panggung, dan di atas piano itu di letakan sebungkus bunya yang indah, seolah menambah cantiknya piano itu, dan sepertinya aku mulai tau bahwa acara akan segera dimulai, setelah Ify, dan Rio menaiki panggung untuk bersiap, lagu apa ini ? aku begitu asing mendengarnya, meskipun seolah sempat terpikirkan bahwa aku pernah mendengar lagu ini sebelumnya, “berjanjilah wahai sahabatku bila kau tinggalkan aku tetaplah tersenyum…” WOW ! lagu yang indah … aku menajamkan pendengaranku demi menghayati lagu ini, lagu tentang persahabatan, yang sepertinya di tujukan untuk seorang sahabat yang akan pergi jauh, “wahai sahabatku … rindukan dirimu, terima kasih” ujar Rio yang kini aku sadari, wajar jika ia masih bertahan di pentas ini hingga saat ini, dan maaf Ozy, sepertinya sahabatmu 1 ini, juga selalu dan telah mencuri perhatianku, mungkin jika dulu aku masih terus menonton acara ini setelah kau tinggal kelas, aku akan mendukung temanmu ini, hahaha! aku menghayal ! kenapa aku harus menghayal dan selalu menghayal untuk bisa berbincang dengan kalian ? namun aku nikmati hayalan ku ini.
            Setelah penampilan sebuah band yang terdiri dari anak anak idola cilik 1 sampai 3, lagi lagi Ozy bernyanyi ! ya Allah, kapan aku bisa berhenti untuk lebih tenang lagi setiap melihat aksi panggungnya ? kini ia dan ke 5 finalis idola cilik 3 yang cowo cowo, termasuk Rio ! dan Lintar, bernyanyi dengan sebuah lagu baru yang lagi lagi aku menyukai lagi itu, dan setelah bermacam macam artis pengisi acara itu bernyanyi, aku kini baru sadar bahwa acara ini akan segera usai, kini Rio dan Lintar sedang menyanyikan lagu mengejar matahari, setelah itu digantikan oleh Om Duta, Ka Uci, Ka Winda serta Ka Oni, yang juga kali ini bernyanyi bersama dengan membawakan lagu yang berjudul untukmu, dengan sangat cantik, lalu lampu kembali gelap, aku berfikir sepertinya ini jeda terakhir acara hari ini.
            Aku memanfaatkan waktu tersebut untuk sejenak ke toilet, aku beranikan langkahku meski ragu karena takut melewati 1 penampilan pun, aku melewati mushala dan ternyata disana aku melihat seorang gadis cantik yang sepertinya aku kenal, namun aku mengabaikannya karena aku harus segera ke toilet karena takut acara akan segera dimulai, beberapa menit kemudian, lagi lagi aku bertemu dengan gadis cantik itu, dan entah kenapa aku mendadak memiliki keberanian untuk menyapanya, “Acha ? kamu Acha kan ?” pertanyaan itu yang terlontar dari mulutku yang sedari tadi beku karena rasa takjub melihat penampilan para calon bintang masa depan di atas panggung sana, “iya, maaf kamu siapa ?” jawab gadis itu ramah, “aku ziah, wah kamu ternyata lebih cantik dari yang aku liat waktu itu, aku suka banget waktu liat kamu nyanyi bareng ozy, nyopon, yosia, dan …” “dea ?” Acha membantuku mengingat nama teman temannya sewaktu dia bernyanyi di menuju pentas, lalu ia berkata dengan sangat lembut yang sempat tak terdengar jelas olehku, “aku mau shalat mahgrib dulu, kamu mau ikut ?” tanyanya padaku, “oh ya? tentu aja ! tapi aku wudhu dulu yah …” jawabku dengan semangat, dan akhirnya kami shalat bersama, sebelum akhirnya kami berpisah saat akan duduk di tempat masing masing, dan tenyata waktunya sangat pas ! karena kini 5 besar idola cilik 3 sudah bersiap dengan standing mic mereka masing masing, aku terpana melihat pakian mereka yang sangat rapi, semuanya sepertinya seragam, hanya Nova yang terlihat sangat cantik di antara ke 4 teman temannya yang lain, “tak ada manusia yang terlahir sempurna …” mereka mulai bernyanyi dan lagu itu, Ozy yang mengawalinya : ) kini, aku dan hampir seisi gedung ikut bernyayi bersama, hingga akhirnya … Ka Oky keluar, aku mulai sedih apakah benar ini kali pertama dan terakhirnya aku bisa melihatnya ?
            Acara usai dengan dimenangkan oleh Lintar, dan setelah 14 besar idola cilik 3 diberikan medali dan hadiah masing masing, aku dapat melihat dengan jelas senyum kemenangan mereka semua, meskipun tak semua dari mereka menjadi juara, namun bagi ku mereka semua sudah menjadi juaranya ! aku pun sempat ikut ternyum saat melihat senyum kemenangan Rio, hingga aku mengabaikan Lintar yang kini sedang bernyanyi sebagai penutup acara hari ini, sekaligus menutup rangkaian acara idola cilik 3 selama beberapa bulan ini, dan kini seluruh pengisi acara berkumpul diatas panggung, aku tak henti hentinya memuaskan mataku ini memandangi mereka, aku melihat Ozy yang berpelukan 1 per 1 dengan para sahabatnya, ada Rio, Alvin, dan semuanya ! entah kenapa aku sepertinya sudah terbius oleh pesona bakat dan suara indah yang mereka miliki, dan jujur aku belum siap jika harus berpisah dengan mereka.
            Tanpa sadar air mataku membasahi pipiku, disaat kami sudah di pejalanan menuju bandara, ya ! malam ini juga kami akan pulang ke daerah asal masing masing, ya Allah, kenapa ? kenapa aku harus kehilangan mereka semua disaat yang bersamaan, padahal rasa haru ku belum habis setelah melihat perpisahan para bintang itu, lalu aku menceritakan semuanya dengan Rara kejadian apa yang terjadi padaku saat aku di mushala tadi, begitu kami tiba di bandara dan pesawat baru saja tinggal landas, meninggalkan serta kenangan berharga selama di Jakarta.
*di mushala*
            Acha memperkenalkan ku dengan seorang temannya, yang kebetulan saat itu berpapasan dengan kami saat kami baru selesai shalat, “Oji !” teriak Acha sedikit tertahan, lalu anak laki laki yang dipanggilnya datang menghampiri kami, “Ji, kenalin ini temen baru ku, namanya Ziah, katanya dia suka banget liat kamu di tivi …” ujar Acha saat temannya itu, mendatangi kami, Ozy ! aku tak menyangka akan bertemu dengannya ! seperti mimpi, terima kasih Acha ! kamu sudah membantu ku bertemu dengan idola ku ini ! dan kalian tau ? hal pertama yang aku lakukan ialah bersalaman dengan Ozy, ya tentu saja ! dan tanpa perintah siapapun, ia mengeluarkan sesuatu dari saku jas abu abu nya, sepertinya jas itu yang akan ia gunakan untuk penampilan berikutnya, “ini …” ujarnya memberikan sebuah pin berwarna biru, bertuliskan huruf “f” dan “z” , “ini untuk ku ?” tanyaku karena merasa tidak yakin, “iya Zi, ini untuk kamu …” jawab Ozy dengan senyumnya yang nyaris membuatku meleleh, dan Acha pun memberikan sebuah tas kertas yang awalnya aku tak tau apa isi dari tas itu, “dan ini juga dari kami, buka deh …” Acha memintaku untuk segera membukanya, 2 lembar baju, aku tau kalau salah 1 baju itu adalah baju freenzy, lalu … apa ? ini bukannya kaos serupa seperti freenzy ? namun bertuliskan achapuchino, dan juga ada sebuah pin yang berwarna dasar hitam di sana, “ini untukku Cha ?” lagi lagi aku masih belum bisa mempercayai kejadian ajaib itu, lalu Ozy segera pamit meninggalkan kami berdua, meninggalakan aku yang masih tak percaya, namun sebelumnya aku sempat memeluknya, pelukan dari awal persahabtan antara aku dan Ozy, berkat Acha meskipun aku tau mungkin kami takkan pernah bisa bertemu lagi, terima kasih atas kebaikan kalian teman, terima kasih ya Allah, dan Acha pun segera mengajakku untuk kembali ketempat duduk masing masing …
            Setelah menceritakan semuanya, Rara hanya tersenyum mendengar setiap kalimat ku, tentang rasa suka citaku bertemu mereka, namun sebuah kalimat seolah menyadarkan aku dan entah kenapa Rara kali ini sangat membuatku kesal ! karena ia seolah sengaja menghancurkan hatiku yang sedang berbunga saat ini, “Zi, inget kita hanya orang biasa …” jujur aku benci kalimat itu ! namun sudahlah kini kami sudah akan tiba di kampung kecil kami, dan aku sadar mungkin kini sudah saatnya aku melupakan semua kenangan selama di Jakarta dan aku kini hanya bisa menitipkan rinduku lewat do’a, untuk dia bintang kecil kebanggaan ku… AHMAD FAUZI ADRIANSYAH
                                                                               
                                                                                                                     *tamat* #LamFreenzy