Rabu, 30 Maret 2011

ABC `apa itu cinta ?`


“kau tau ? pagi ini kesialan sudah lebih dulu datang dalam hidup ku, bahkan sebelum sarapan pagi mendatangiku !”
“kenapa kau bisa berbicara seperti itu ? apa yang membuat mu berkata demikian ?”
“Crist Bella ! laki laki itu selalu saja membuat hari ku buruk !”
~~~

            Pagi hari di pertengahan semester, ya hari ini adalah awal dari pekan mid semester bagi semua mahasiswa NYSchool, sebuah perguruan tinggi yang gedungnya menjulang tinggi seakan membelah langit di antara gedung gedung sederhana yang ada di sekitarnya, ini lah New York School.
            Udara hari ini cukup bersahabat, gumpalan putih di udara berhasil membuat teriknya mentari tak langsung mendatangi para mahasiswa yang saat ini sedang asik menikmati makan siangnya di kantin, “Tian ! hallo….” Teriak Bella berusaha memanggil seorang anak laki laki yang sepertinya masih satu angkatan dengannya, “Bella ?” ujar cowok yang punya nama Bastian ini memutarkan badan dan kembali mendatangi Bella yang memanggil dirinya, “pssst! !@#$%^&*()_+?><” Bella membisikan sesuatu saat Tian sudah mendekat, “benarkah ?” tanya Tian dengan nada tak percaya, lalu Bella menganggukkan kepalanya pelan, “oke, aku akan mencoba membantu, tapi kamu juga harus ingat, kalau Crist adalah temanku” ujar Tian memberi syarat, lalu pergi meninggalkan Bella yang masih harus menghabiskan makan siangnya.
            Di tempat lain, di sebuah ruangan yang tidak terlalu ramai dan tentu saja masih dalam lingkungan NYSchool, seorang gadis cantik dengan tinggi proporsional sedang mencoba membersihkan kaca mata miliknya dan kembali menggunakannya untuk membaca, sepertinya dia sedang terlalu fokus hingga tidak menyadari bahwa ada sepatang mata yang mengamatinya, ‘serius sekali ! bidadari ku kapan kau akan berpisah dengan buku buku itu ?’ ujar seseorang dalam hati, yang dari tadi memperhatikan cewek cantik itu, “Dika, sedang apa kau disini ?” suara seseorang sedikit membuatnya terkejut, “Crist ?” ujarnya pelan, dan segera menarik temannya itu menjauh dari tempat itu, “kau sedang mengamatinya ? Andrea ?” ujar Crist lagi, seakan ingin meyakinkan dirinya dengan apa yang baru saja dia lihat, “sudahlah ini bukan urusanmu” kali ini Dika berusaha mengabaikan perkataan temannya itu, “ehm, seorang Andika ternyata bisa berubah menjadi orang lain hanya karena seorang gadis ?” Crist kali ini berbicara dengan nada sedikit mengejek, sambil memasukan sebuah permen karet kedalam mulutnya, “kau ! ah, sudahlah …” kali ini Dika masih berusaha mengalah dan tidak ingin cari ribut dengan temannya itu, dia tahu betul watak temannya yang satu ini, selalu saja cari masalah.
~~~

“Ya Tuhan, bagaimana dengan hasil mid ku kali ini ?” Ciara mengeluh sembari terus mengaduk-aduk makan malamnya, kebetulan saat ini dia sedang bersama Bella dan Andrea di sebuah café tempat Bella bekerja, “kau tahu ? kau sudah menyebutkan kalimat yang sama lebih dari 100 kali!” ujar Bella berkomentar, “oh ya ? aku bahkan merasa bahwa aku baru menyebutkannya 5 kali?” ujar Ciara membela diri, alhasil ia mendapat sebuah toyoran di kepalanya, dari Bella, “ng, guys ? kalian bisa tidak diam atau tenang sedikit ?” kali ini Andrea berusaha menengahi, “kau kenapa ?” tanya Ciara mendadak serius, maklum dia akui sedari tadi dia hanya sibuk dengan Bella, sedangkan temannya ini hanya diam saja dengan buku yang dia pegang, tapi tenang, itu bukan buku materi kuliah mereka kok, “aku dengar banyak mahasiswa di kampus kita yang menganggap kita adalah saingan mereka….” Ujar Andrea mengawali ceritanya, “saingan ?” kali ini Bella dan Ciara kompak menyahut, dan Andrea kembali bercerita, “iya, kalian tahu ? mereka menganggap kita bertiga saingan mereka mendapatkan 3 cowok teraneh di kampus kita itu” “mereka ? mereka siapa sih ? terus cowok teraneh ?” potong Bella, kali ini ia benar benar tidak mengerti, siapa yang temannya ini maksudkan ? “ABCgroup ! kelompok mahasiswa yang menyatakan diri sebagai pengagum 3 cowok aneh itu ! siapa lagi kalau bukan Andika, Bastian dan Crist…” jawab Andrea lesu tak bersemangat, lalu sedetik kemudian semuanya diam dan terlihat sibuk dengan pikiran mereka masing masing, lalu… 1, 2, 3 ‘jiakakakakakakakwkwkkww’ suara tawa menggelegar keras dari mulut mereka bertiga, “ah ada ada saja !” ujar Andrea akhirnya, “jadi Dika, Tian dan Crist memiliki fansclub ?” kali ini Ciara bertanya dengan sisa tawa di bibirnya, dan di sambut dengan anggukan kepala kedua temannya itu, “sudahlah, aku harus kembali bekerja, kalian aku tinggal dulu ya” ujar Bella lalu meninggalkan kedua temannya.
~~~

            Sebuah mobil berwarna putih berhenti tepat di depan pintu gerbang NYSchool, saat Andrea sedang menunggu taxi yang akan membawanya pulang, “hey apakah ada yang membutuhkan tumpangan ?” ujar seseorang dari dalam mobil itu, “Dery ! kau ?” ujar Andrea sedikit terkejut, lalu Dery membukakan pintu mobil untuknya, dan mobil pun melaju meninggalkan kampus, “kau ? apakah aku sedang bermimpi ?” tanyanya tak menyangka, Dery temannya semasa kecil, kini ada disampingnya dan dengan tiba tiba menjemputnya, “Rea ? apa aku harus menunjukan gantungan kunci kecil itu agar kau percaya ? haha, iya ini aku Dery, oh ternyata teman ku ini kini sudah berubah menjadi gadis dewasa yang sangat cantik !” jawab Dery panjang dengan gaya khasnya, “bagaimana kau bisa tahu bahwa aku kuliah disana ?” tanya Andrea lagi, “bukan hal yang sulit bagiku untuk mencari tahu tentang mu”
“baiklah, dengan begitu aku tidak harus repot menceritakan tentang diriku saat ini ! lalu bagaimana dengan mu ? apakah Australia sangat menyenangkan untukmu ?”
“ya, luar biasa ! aku tak pernah menyesal melanjutkan sekolahku disana, hanya saja remaja disana tidak ada yang sepertimu”
“sial! Aku yakin, kau merayu ku karena ada sesuatu, apa itu ?”
“kau tak jauh berubah ternyata, baiklah apakah kau mau menemaniku mendatangi sebuah pesta ulang tahun salah seornag temanku sabtu ini ? aku mohon”
“pesta ? sejak kapan kau menyukai pesta ?”
“ayolah, justru karena kau tahu aku tak suka, makanya aku memutuskan untuk mengajakmu”
baiklah, itu bukan hal yang sulit”
“kau setuju ?” tanya Dery lagi meyakinkan, “tentu !” jawab Andrea dengan senyumannya, dan tanpa terasa mobil sudah membawa mereka tiba di depan rumah Andrea, “ah, aku rindu dengan suasana rumah ini, aku jadi ingin tahu apakah ada yang berubah dari rumahmu ?” ucap Dery saat membukakan pintu untuk Andrea, “silakan kau melihatnya sendiri” jawab Andrea berteka teki.
~~~

“Hai Crist, sini kau ! aku ingin berbicara sesuatu padamu” Tian memanggil salah satu teman satu kost nya itu yang sepertinya sedang asik dengan game favoritnya, “ada apa ?” tanya Crist malas, “kau ini, Bella tadi sempat bicara pada ku, dia bilang, kau cari masalah lagi ya dengan Ciara ?” tanya Tian to the point, “ah, sudah berapa kali aku katakan, aku tidak pernah berniat cari masalah dengan gadis itu, hanya saja….” Crist menggantungkan kalimat pembelaan dirinya sembari sedikit berfikir, “hanya saja kenapa ?” kali ini Dika yang tiba tiba kembali dari ruang makan ikut penasaran mendengar pembicaraan kedua sahabatnya, “ya, aku akui aku suka melihat ekspresinya saat sedang kesal, kalian tahu ? mukanya memerah seperti kepiting !” seru Crist melanjutkan kalimatnya, “apa maksudmu Crist ?” tanya Dika tidak mengerti, “entahlah, setiap pagi hari, aku mengantarkan Koran kerumahnya, itu terkadang bisa membuatku lupa akan masalahku, setelah melihat mukanya yang semerah kepiting rebus itu” ujar Crist lagi, “apa yang kau lakukan sehingga membuatnya marah ?” kali ini Tian bertanya dengan wajah serius, “hanya hal kecil ! Aku melemparkan Koran tepat kearahnya ! itu saja, dan terkadang tepat di kepalanya ! hahaha ….” Ujar Crist tertawa puas, sepertinya dia sedang membayangkan reaksi Ciara saat ia melemparkan sebuah gulungan Koran kearahnya, “kau sudah gila Crist ?” tanya keduanya kompak, “tidak, aku sehat, ya aku hanya senang setiap kali aku akan mengantarkan Koran kerumahnya, dia pasti selalu sudah ada didepan rumahnya, sepertinya dia memang setiap pagi menyirami buanga bunga di depan rumahnya, bahkan sebelum aku datang ! jadi, aku selalu melihatnya” cerita Crist lagi, kedua temannya merasa bahwa kini ada yang tak beres dengan Crist, “apakah kau manyukainya ?” pertanyan barusan membuat Crist berhenti tertawa, sedangkan Bastian hanya diam menunggu temannya itu bereaksi, “wah kau tahu Dika ? pertanyaanmu membuat aku tersudut ! sepertinya lebih baik kita akhiri saja obrolan kita malam ini, aku sudah mengantuk, selamat malam ….” Jawab Crist yang lalu pamit meninggalkan Andika dan Bastian di ruang tengah tempat kost mereka bertiga, “Tian, apakah kau setuju dengan pendapatku ?” Dika kali ini beralih kepada Tian, dengan menggidikan bahunya, Tian hanya menjawab “entahlah, seperti biasanya yang aku tahu, bukan Crist namanya jika tidak pernah mencari masalah”.
~~~

-bersambung-