Selasa, 29 Maret 2011

kisah cinta teladan 2

“Setelah dinikahkan,aku lalu bangkit .Aku tidak tahu apa yang harus kuperbuat karena gembirannya.Aku lalu bergegas pulang kerumah.Aku pikir pada siapa aku akan mencari pinjaman ? aku lalu shalat magrib. Setelah itu aku kembali kerumah. Aku nyalakan lentera .Saat itu aku puasa aku mengambil makanan untuk buka.Tak lain roti kering dan minyak zaitun .Tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu.
“Siapa?’
“Said”.
Aku berpikir pada orang-orang yang bernama Said,kecuali Said bin musayyab.sebab selam a 40 tahun ia tidak pernah terlihat kecuali dua tempat yaitu dirumahnya dan di mesjid nabawi.Aku lalu keluar membuka pintu.ternyata adalah Said bin Musayyab.Aku mengira ada hal penting dan memerluan bantuan.kukatakan,
“Wahai Abu muhammad,jika kau mengrim utusan padaku tentu aku akan datang padamu”
“tidak kamu lebih berhak untuk didatangi,”jawab Imam Said apa yang kau titahkan,dan apa yang bisa aku bantu?”
“kau adalah lelaki sendiri tanpa istri .Aku telah menikahkan kamu.Aku tidak ingin kau bermalaman senderian malam ini.aku antarkan isterimu.”
Dan putri Said bin Musayyab itu ternyata berdiri dibelakang Said bin Musayyab .Said lalu memegang tangan tanganya dan mendorongnya ke pintu.Putri Said bin musayyab terlihat sangat malu.ia hanya berdiri mematung di pintu.Aku cepat-cepat menuju nampan,di mana ada roti dan minyak .Aku letakkan pada bayangan lentera agar tidak terlihat.Aku lalu naik keloteng dan mamanggil para tetangga.merekapun berdatangan.Mereka bertanya.
“Ada apa?”
“aduh bagaimana ini? Siang tadi Said bin musayyab menikahakan aku dengan putrinya,dan malam ini mendadak dia datang membawa putrinya.”
Para tetangga bertanya heran,”Said menikahkankamu?”
“Ya”
“Dia sekarang ada dirumahmu?”
Para tetangga lalu mendatangi rumahku.Hal itu diberitahukan pada ibuku.Ibuku datang dan berkata,”Aku haram melihat wajahmu jika kau sampai menyentuhnya sebelum aku dandani sampai tiga hari.”Aku lalau menenagkan diri selama tiga hari,baru aku menemuinya.Terntata dia adalah wanita paling cantik,paling hafal kitab Allah,paling tahu sunnah Rasulullah,dan paling mengerti hak-hak suami.Selama sebulan Said tidak mendatangiku dan aku tidak mendatanginya.Setelah sebulan aku mendatanginya saat itu dia ada ditengah-tengah halaqah pengajiannya.Aku ucapkan salam padanya.Dia menjawab salamku ia tidak mengajaku bicara sampai orang-orang pergi semua.
Ia bertanya,”bagaimana keadaanya?”
Aku jawab,”baik,Abu Muhammad.Dia manusia sangat di cintai teman dan di benci msuh.”
“jika kau ragu padanya kau boleh angkat tongkat.”
Aku lalu kembali keruhku dan Said memberiku bekal 20 dirham.”
Betapa besarnya rasa percaya Imam tabi’in agung itu.ia bahkan tidak bertanya secara mendetail keadaan putrinya.sebab ia sangat percaya putrinya akan baok dan aman dibawah lindungan lelaki yang bertakwa ,takut kepada Allah,tahu hak dan kedudukannya.