Jumat, 11 Juni 2010

Sahabatku Tetangga Idola Ku (Gabungan Part 1 - 7) Finish

Aku terduduk di lantai kamar ku yang beralaskan karpet berwarna coklat, 'hari yang melelahkan' ujar ku membatin, tapi sudahlah ini hanya sementara, yah minimal hingga aku bisa kembali mengendarai sepeda motor ku yang sedang rawat inap di bengkel, hari ini sudah hari ke 5, berarti, besok lusa aku bisa minta tolong Rio mengantarku seusai pulang sekolah untuk mengambil motor kesayangan ku itu, "kak, di panggilin mama tuh .." ujar Keke, adik ku, "iyah, iyah.." jawab ku malas, dan segera beranjak menyusul langkah Keke ke tempat mama, "Ozy, .." ujar mama pelan saat melihat kedatanganku, "kamu tolong yah, anterin kue ini ke tetangga sebelah ? sama adik kamu juga" ujar mama berkata sambil tetap fokus dengan rantang yang berwarna ungu yang sepertinya sudah mulai penuh dengan makanan, "tetangga sebelah ma ?" tanya kakak beradik itu kompak, "iyah, kita kan punya tetangga baru di sini, tadi pagi mama dan papa sudah ke sana, nah sekarang kamu dan Keke yang ke sana, namanya tante Ira dan kebetulan dia juga punya anak yang se usia kalian .." ujar mama panjang, tanpa menjawab lagi, Ozy dan Keke bergegas melangkah keluar rumah.

'tok tok tok' terdengar ketukan pintu dari depan rumah, Nova melangkahkan kakinya untuk menggapai daun pintu depan rumahnya, "biar Nova aja bi" jawabnya pelan, "hai,," sapa yang di depan pintu ramah, "hai juga, kamu siapa ?" tanya Nova langsung, "kenalin aku Ozy dan ini Keke adik ku, kita tinggal di sebelah, ini ada titipan dari mama ku untuk mama kamu" ujar Ozy menjelaskan maksud kedatangannya, "oh, iyah terima kasih yah, ng.." "Ozy dan Keke" potong Ozy seolah bisa membaca pikiran Nova, "iyah, kalian mau mampir dulu gak nih ?" tanya Nova lagi, Ozy dan Keke saling melirik "nggak usah kak, terima kasih .." jawab Keke lembut, dan mereka berdua akhirnya pamit untuk pulang.

Hari senin ! Ozy mulai merasa malas untuk bersiap ke sekolah, bukan hanya karena hari ini ada upacara bendera, bukan juga karena ia belum menyelesaikan PR nya, tapi, kalau hari senin tiba, pihak sekolah selalu memberi ia tugas menjadi salah satu pengisi suara di paduan suara sekolahnya, "kak, udah siap belum ? tuh kak Rio dah dateng .." ujar Keke mengintip kakak nya di kamar yang sedang menata rambutnya dengan gaya nya sendiri, nah ini dia satu satunya hal yang bikin Ozy semangat 'Rio ngejemput ??!' itu berarti dia, Keke, serta Rio akan berangkat sekolah bersama, daaan,, pasti juga ada Acha, adik perempuannya Rio yang selalu bisa bikin Ozy bersemangat.

"Cha ? kamu kenapa ?" tanya Keke pada teman sekelasnya itu, karena sejak di jalan tadi ia terlihat lesu, "gak apa apa kok Ke, aku cuma lagi sedikit pusing" mendengarkan pernyataan Acha tadi, Keke langsung berinisiatif mengirimkan sebuah SMS untuk Rio kakaknya Acha, namun karena terburu buru takut ketahuan Bu Winda yang sedang menerangkan pelajaran, ia justru mengirimkan pesan tersebut pada Ozy, kakaknya sendiri.

Bel istirahat berdering, tak seperti biasanya, anak anak SMA Bintang justru berbondong-bondong menuju ruang TU, 'ada anak baru !' seru salah seorang murid dari kelas Ozy, Rio yang juga mendengarnya hanya bertukar pandangan pada Ozy "anak baru ??" tanya Ozy pada Rio, Rio hanya mengangguk pelan, sedikit tersirat raut wajahnya yang mulai penasaran, namun Ozy langsung teringat tentang SMS yang Keke kirim waktu jam pelajaran tadi, "ke kelas X.c yuk !" ajak Ozy menarik ujung kemeja sekolah Rio, Rio membuntuti, karena ia juga merasa khawatir pada adiknya.
Acha dan Keke yang sedang duduk berdua di kelas masih belum berbicara saat melihat kedatangan Ozy dan Rio, "gimana kalau kita bawa ke UKS ?" tanya Ozy tak bisa menutupi ke khawatirannya terhadap adik sahabatnya itu, Rio mengiyakan namun Acha menolak, "Cha ? kamu beneran gak pa pa nih ? atau mo aku anter pulang ?" tanya Rio pada adiknya itu, "katanya sih, dia gak apa apa kak .." ujar Keke menenangkan Keduanya, 'kriiiiing ..' dering ponsel Rio berbunyi "halo ?" ujar Rio menjawab panggilan tersebut, "Rio ?" tanya orang di sebrang sana,
"bisa kesini bentar ? kepsek mo ngomong ama kamu"
"siapa nih ? Alvin yah ?"
"iyaaah,, buruan !" 'tut .. tuut..' telpon terputus, lalu Rio segera permisi untuk menuju ruang kepala sekolah, "Zy, titip bentar yah.." pesan Rio sembari melihat Ozy, Acha dan Keke bergantian, Keke sudah cukup lama diam diam memperhatikan sikap kakaknya, yang bila ada si dekat Acha.
Ozy dan Acha memang akrab apa lagi selain mereka memang tinggal bersebrangan, tapi mereka juga mengikuti Ekskul yang sama, yaitu Seni, sedangkan Keke dan Rio sama sama sibuk di Osis jadi, mereka bisa di bilang selalu sibuk di acara acara sekolah, "kak ?" tegur Keke pada Ozy yang dari tadi hanya terdiam, "Acha baik baik aja kok.." bisik Keke seolah bisa menebak apa yang di pikirkan Ozy, ia hanya mengkernyitkan dahi mendengar kalimat adiknya itu, "dasar kamu .." ujar Ozy sembari mengacak acak rambut Keke.

Nova, tetangga baru yang juga ternyata murid baru di SMA Bintang, akhir akhir ini selalu menjadi pusat perhatian anak anak cowok di sekolah, bahkan Ozy dan Rio pun terkadang selalu membicarakannya jika sedang bermain basket bersama di taman komplek, tempat mereka tinggal "Keke ? kenapa yah anak baru itu selalu jadi bahan omongan anak anak cowok di sekolah ?" pertanyaan itu spontan terlontar dari mulut Acha, saat kedua sahabat itu sedang melepas lelah usai bermain basket bersama Ozy dan Ryo, "ng,, gak tau juga tapi aku liat anaknya baik kok .." jawab Keke yang sebenarnya juga mulai risih jika mendengarkan Rio yang kadang sesekali menyebut nama Nova, yang memang teman sekelasnya dengan Ozy, "hey, semuanya !!" sapa seseorang mendekat ke arah mereka berempat, lapangan basket di komplek perumahan tempat mereka tinggal, setiap sore biasanya memang hanya mereka yang menggunakan, tapi sore ini sepertinya ada tamu baru, "Nova ?" ujar Keke dan Acha kompak, Nova datang bersama Alvin cowok no 1 di sekolah, Alvin ialah kapten basket dan juga ketua dari ekskul koreo di sekolahnya, yah, tentu saja Alvin, Rio dan Ozy adalah 3 serangkai cowok top di sekolah, Keke dan Acha beranjak dari duduk dan mengambil posisi di sebelah kakak masing masing, "wah kamu Vin kirain siapa yang bareng Nova kesini ?" ujar Ryo menjabat tangan Alvin, "aku ikutan main dong.." ujar Nova manja, namun ia berkata seperti itu dengan maksud hanya bermain dengan Keke dan Acha, tapi sebelum kedua gadis cantik itu menjawab, Alvin sudah dengan cepat menyambar bola basket yang ada di tangan Ozy dan akhirnya Nova lupa dengan niat awalnya untuk mengajak Keke dan Acha, jalas saja hal itu makin membuat Acha cemburu berat karena Ozy, kini asik bermain dengan Nova, begitupun dengan Keke yang mukanya merah padam melihat Rio bermain dengan Nova tanpa menghiraukannya disana, padahal di situ juga ada Alvin : )


(dasar anak muda)


Keke duduk sendiri di pinggir kolam ikan kecil di belakang rumahnya, ia bingung kenapa harus Nova yang mendapatkan perhatian lebih dari cowok cowok di sekolanya, terutama Rio ia berkaca melalui BBnya 'nggak jelek kok' ujarnya membatin memuji dirinya sendiri, "kenapa nih Ke ? tumben kamu bengong sendirian ? oh iya, kita kan dah lama nggak karokean bareng ?" tanya Ozy yang menghampiri adiknya di taman belakang, ia tahu pasti adiknya itu sedang memikirkan Rio, namun Ozy masih pura pura tak tahu tentang rahasia adik semata wayangnya itu, "nggak ah kak, Keke bosen ..." jawab Keke cuek,
"cerita dong kalo ada masalah ?"
"hm,,,"
"hei !"
Keke diam
"tentang Rio ?"
Keke masih tak bergeming
"biarkan aku jatuh cinta, .." ujar Ozy menyindir dengan nyanyian band favoritnya,
"apaan sih kak ?"
"hahaha..." Ozy tertawa mendapati muka Keke yang memerah, "dia juga suka kok sama kamu..." lanjutnya lagi, tanpa ekpresi
"idiiiih !" Keke bingung harus berkata apa, "Acha juga kok kak !" hanya kalimat itu yang bisa Keke ucapkan untuk membalas kakaknya, mereka tertawa bersama, lega akhirnya bisa jujur dengan perasaan masing masing.


Di rumah Nova.


Nova membalik balikan lembaran kertas berwarna warni yang ada di hadaannya, tumpukan origami itu sebenarnya adalah catatan hariannya, biasanya gadis cantik itu menulis cerita hariannya di lembaran origami lalu melipatnya menjadi burung burungan kertas, 'mana ya ?? kok nggak ada ?' ungkapnya gelisah karna yang ia cari sedari tadi belum juga ketemu, 'nah ini dia ..' ujarnya lega berhasil menemukan catatan hariannya yang waktu itu ia simpan dan hampir saja hilang karena kini ia sudah pindah rumah, "mamaaa..." teriaknya sedikit di tahan sembari mencari keberadaan mamanya yang ternyata sedang asik ngobrol sama papa di teras rumah, "ma, Nova baru inget kalo waktu itu Nova pernah punya temen namanya Mario, Nova kenalan dengan dia waktu ada festifal Idola di sekolah lama Nova ma, soalnya waktu itu dia dan temen temennya menang ma.." cerita Nova bersemangat, tapi itu udah lama banget ma, setahun yang lalu dan Nova cuma ketemu 1 kali dengan dia, "oh ya ? lalu apa hubungannya dengan kamu sekarang ?" tanya mama bingung, papa yang merasa di cuekin malah asik melanjutkan membaca majalah politik favoritnya,
"begini lho ma, seinget Nova dia sekolah di SMA Bintang, tempat Nova sekolah sekarang, dan dia juga punya sahabat namanya Fauzi ma .."
"lalu ?"
"Nova penasaran gimana kabar dia sekarang ma .."
"kenapa nggak kamu cari aja di sekolah baru kamu itu ?"
"hm,, malu ah ma, ntar mereka nyangkain yang bukan bukan lagi ?"
"loh, kenapa mesti malu ?"
pertanyaan mama kali ini tak bisa Nova jawab, jujur sebenarnya ia sempat kagum dengan Mario dan Fauzi, suara dan penampilan mereka yang hingga saat ini belum bisa Nova lupakan, "mah, Nova ngantuk nih .. besok takut kesiangan" ujar Nova sambil melenggos pergi, mama hanya tersenyum melihat anak tunggalnya itu.


Keke berlari kecil menyusul langkah Rio, "kak..." panggilnya saat hampir bisa menyamai langkah kaki Rio, "eh, Keke ? ada apa ?" tanya Rio sembari memperlambat langkah kakinya, "ini kak, nitip buat kak Ozy yah, kayaknya dia tadi buru buru ampe bukunya ketinggalan,,"
"hah ? memangnya kalian tadi gak bareng ?"
"gak kak, tadi kak Ozy duluan, dan aku di anter supir,,"
"oh, ya udah kamu mau aku anter same kelas gak ?"
"hah ? yah gak usah kali kak .. ada ada aja : )"
"ok, good luck yah belajarnya, oh iya bilang ama Acha, jangan tidur di kelas .." ujar Rio mengusili adiknya sendiri yang sepertinya sudah terlebih dahulu masuk ke kelas, Keke hanya tersenyum, 'apa kak Ozy sengaja yah ??' tanyanya dalam hati.

Siang ini memang seperti biasa bahwa setiap awal bulan akan ada rapat Osis, Rio sebagai wakil Osis 1, sudah tidak sabar ingin segera berakhir jam pelajaran sekolah untuk hari ini, maklumlah pelajaran matematika memang paling bikin mumet apa lagi kalau sudah di atas jam 11 siang, "Io, kenapa kamu ?" tanya Ozy yang menyadari kegelisahan teman sebangkunya itu, "gak pa pa kok Zy..." jawab Rio sembari menyilangkan kedua lengannya di atas meja untuk menjadi alas kepalanya,
"ngantuk ?"
"maleees !"
"hm,, males kenapa ?"
"biasa,. kayaknya hari ini bakal rapat ampe sore, tapi dah jam segini ja aku dah ngantuk minta ampun"
"hho,, kasian ! eh, si Keke juga dong kalo gitu ?"
Rio mengangguk pelan
"ya udah, tenang aja, ntar Acha pulang bareng aku deh .."
"bukan masalah itu juga Zy,, kalo ntu sih gak usah di bilang kali,,"
"jadi ? apa dong ?"
"Nova .."
Ozy hanya menggaruk kepalanya,
"iyah, dia ngotot pengen ikutan Osis, padahal kan penerimaan belum buka Zy ??"
"terus ? dia maksa gitu ?"
"yah nggak sih, cuma aku nya aja yang gak enak nolaknya..."
"nggak enak gimana ?"
belum sempat Rio menjawab, sebuah ketukan keras menghentak meja mereka berdua, Mr. Dave, guru matematika mereka terlihat marah dengan muka yang semerah kepiting rebus melihat Rio dan Ozy yang malah ngobrol saat ia sedang menjelaskan pelajaran, "keluar kalian dari kelas saya !" teriak Mr. Dave kencang hingga dua sahabat ini nyaris jantungan, alhasil mereka keluar kelas saat itu juga, namun tas dan buku buku mereka tetap di tinggalkan di kelas.

Acha dan Keke hanya bisa menahan geli melihat kakak mereka lari ketakutan dari kelasnya, kebetulan saat itu keduanya sedang berada di lapangan untuk praktek pelajaran penjaskes, jadi, mereka bisa mengobrol dengan leluasa selama masih di dalam lapangan olah raga, "aduh, punya adek satu tapi nggak ada kasiannya sedikit ama kakak nya ?" gerutu Ozy pada Keke, tapi yang di sindir masih asik menahan tawa, begitupun dengan Acha, ia bingung 'gimana ceritanya 2 dari 3 idola di sekolah bisa di paksa keluar dari kelas pada saat jam belajar ?' "oh iya, ntar kamu pulang bareng Ozy yah.." ujar Rio pada Acha, "oke sip bos !" jawab Acha cepat, Ozy dan Keke hanya saling pandang mendengar obrolan kakak beradik di depan mereka itu.

Alvin terlihat masih di penuhi keringat karena dari tadi sibuk sendiri bermain basket di lapangan basket sekolah usai pulang sekolah tadi, "hai kak !" sapa seseorang yang membuat Alvin menunda menembakan bola ke keranjang, "eh, Keke ? ada apa nih, tumben ?" jawab Alvin dan mendekat ke arah Keke, "nggak apa apa sih, cuma pengen liat kakak main aja" jawab Keke boong, karena sebenarnya ia ingin menanyakan tentang Nova,
"ah, bisa aja Ke, .. oh iya liat Nova gak ?" ujar Alvin pada Keke sesaat setelah meneguk air mineral dari saku tas nya, "kak Nova ? gak liat tuh kak .."
"oh,,"
"memang kenapa dengan kak Nova ? kakak pacaran yah dengan dia ?" Keke sengaja bertanya demikian berharap Alvin akan berkata 'iya'
"hahaha,,, ada ada aja !" Alvin tertawa, rasanya ingin ia katakan bahwa seseorang yang ingin ia jadikan pacar justru Keke bukan Nova,
"kenapa gak pacaran aja kak ? bukannya kak Nova itu cantik, pinter lagi ?"
"sst,, kamu ini kayaknya punya misi tertentu yah ?"
Keke terdiam sejenak, dengan tebakan Alvin yang tepat sasaran.
"nggak kok kak !"
"beneran ?"
dering ponsel Keke menyelamatkannya dari pertanyaan Alvin, ternyata ada SMS masuk dari Rio 'q tgg d r.osis skrg yh! cpt' ujar Rio melalui SMS nya, Keke tersenyum dan segera meninggalkan Alvin, "kak, ngobrolnya besok besok lagi yah kak, dadah .."

Sore ini, Nova berniat mampir ke rumah Acha, untuk bertanya tentang temannya yang 1 tahun lalu bertemu, namun sebelumnya, ia juga sudah mengajak Keke untuk ikut bersamanya, sesampainya di rumah Acha, Nova yang terpaksa pergi sendirian karena Keke masih berada di sekolah menanyakan pertanyaan yang selama ini dia sembunyikan dan menceritakan semuanya, "SMA Idola ? hm, kayaknya aku pernah denger nama sekolah itu kak ?" tanya Acha saat Nova menyebutkan nama sekolah lamanya,
"iyah, itu sekolah ku dulu" jawab Nova lagi,
"terus, kakak mau cari siapa di sekolah kita ?"
"namanya Mario dan Fauzy, kira kira ada gak yah anak di sekolah kita yang namanya Mario dan Fauzy itu ?"
"hah ?"
"kenapa Cha ?"
"ng, kakak ketemu mereka waktu lomba ?"
"iyah .."
"memangnya lagi lomba apa kak ?"
"itu lo, di sekolah ku yang dulu ada event yg namanya 'idola divo' nah kebetulan mereka nyanyinya paling bagus! dan mereka menang : )"
"kakak beneran udah lupa wajah mereka ?"
"memangnya kenapa sih ?"
Acha masih terlihat ragu untuk menjawab,
"kamu kenal sama mereka ?"
"bukan kenal lagi kak .."
Nova mengangkat sebelah alis matanya,
"Mario itu yah kakak ku, dan Fauzy itu yah kakaknya Keke ... alias Kak Rio dan kak Ozy"
Nova kaget bukan main, ternyata kedua cowok yang waktu itu ia kagumi karena penampilannya kini adalah teman sekelasnya,
"bukannya waktu itu kak Alvin juga ikut kak ? tapi waktu itu aku masih SMP .." lanjut Acha menyelesaikan kalimatnya.
"kamu gak boong kan Cha ?" tanya Nova tak percaya, Acha hanya menggeleng dengan wajah yang mencoba meyakinkan Nova, setelah saling diam sejenak, Nova pamit pulang dan meminta merahasiakan hal ini terhadap Rio ataupun Ozy.



Keke menekan tombol tombol di hapenya, mencari nomor hape Acha, "halo.." ujar Acha menerima telpon hari Keke, "hai Cha, ntar malem aku ke rumah kamu yah, kita kan ada tugas sejarah ?"
"oh iya, hampir aja aku lupa, oke deh aku tunggu yah.."
"siip, oh iya kebetulan ada yang mau aku ceritain ke kamu,"
"aku juga Cha, ya udah ampe ketemu ntar malem yah .." telpon terputus, Keke yang baru tiba di rumah di antar oleh Rio, yang sama sama baru saja selesai rapat Osis tadi, langsung bergegas mandi 'gerah nih..' batinnya.

Ozy terlihat asik menatap layar LCD komputer di kamarnya, 'serius amat ..' batin Keke yang melihat ekspresi kakak tercintanya itu, ia tak berniat ingin mengganggu, tapi karena mama dan papanya kini sedang tak ada di rumah, Keke terpaksa harus sedikit mengganggu kakaknya itu, "kak, keke ke rumahnya Acha dulu yah ? mo bikin tugas bareng" ujar Keke melangkah masuk ke kamar kakaknya, "hah ? kenapa gak besok aja sih ? ni kan dah malem ?" jawab Ozy sembari melirik jam dinding di kamarnya, waktu menunjukan pukul 7 lebih 5 menit,
"iyah kak, kan cuma tinggal nyebrang aja rumahnya" jawab Keke sambil tersenyum,
"mo di anterin gak ?"
"hm,, kakak bukannya lagi sibuk tuh ?"
"ng.."
"aku sendirian aja kak, ..."
"aku temenin deh, biar mbok aja yang jagain rumah"
"yah, terserah deh kalo kakak maksa" jawab Keke yang akhirnya beranjak keluar dari kamar di susul langkah Ozy.
setibanya di rumah Acha, ternyata Rio sedang asik duduk di teras sambil memetik gitar kesayangannya, "alun sebuah simponi, kata hati di sadari merasuk sukma kalbuku dalam hati ada satu ..." ujar Rio melantunkan lagu dari seorang Solois terkenal, Ozy dan Keke kompak langsung bertepuk tangan, memberi penghargaan terhadap suara dan permainan gitar Rio yang bener bener enak di telinga, Rio terhentak kaget, ternyata ada 2 orang tetangga sekaliagus sahabatnya di hadapannya saat ini, "aduh kalian, hha.. suara ku jelek yah ?" ujar Rio berdiri dari duduknya sembari menggaruk bagian belakang kepalanya, Ozy sempat menangkap warna wajah Rio yang sedikit memerah, "bagus banget kak !" ujar Keke polos, Rio makin tersenyum lebar, "haha,, Ke kamu itu kalau muji jangan terlalu jujur dong ? liat tuh Rio jadi kayak kepiting rebus mukanya ..." ujar Ozy sambil tertawa melihat reaksi sahabatnya itu, "bisa ja kamu Zy ? oh iya, Acha dah nungguin kamu tuh di dalem .." sanggah Rio pada Ozy lalu teringat kalau kedatangan Keke memang ingin menemui Acha, "oke, aku masuk dulu yah kak.." ujar Keke sembari bergantian menatap Ozy dan Ryo,.

Di ruang belajar Acha.
"Cha, kamu dah lama nih nungguin aku ?" tanya Keke sambil mengambil posisi duduk, "nggak juga kok" jawab Acha sembari menyiapkan alat alat tulisnya,
"kamu kerjain yang Bab 2 yah dan aku yang Bab 3, ntar kita saling cek hasilnya sama sama.." ujar Acha lagi, dan di ikuti anggukan kepala Keke, mereka asik mengerjakan tugas yang sbenarnya tidak terlalu sulit, namun karena banyak, mereka jadi harus membagi tugas itu agar besok bisa di kumpulkan.

Di teras rumah Rio.
Rio dan Ozy tampak asik bercanda gurau sambil sesekali bergantian memetik gitar dan bernyanyi bersama, hal yang sudah lama tidak mereka lakukan sejak SMA ini, biasanya sejak mereka sudah bisa memainkan alat musik, mereka biasanya bermain band dengan teman teman SMP mereka yang kini sudah entah ada dimana, "kamu tau gak lagu yang judulnya Kamu dan Aku Bisa ? lagunya bagus lo, dan musiknya ceria banget ..." celetuk Ozy di sela sela obrolan mereka, "oh ya ? yang buatan anak band itu yah ?" jawab Rio yang sedikit mengingat ingat lagu yang di maksud Ozy, Ozy mengangguk dan perlahan mencoba memetikan gitarnya lagi,
"mari raih impian .." Ozy mulai menyanyikan lagu tersebut, lalu Rio mengikuti menyusul lirik dari Ozy, mereka tampak menyukai lagu tersebut, dan berkali kali mereka mengulangi lagu itu sambil tertawa bersama, tanpa mereka sadar waktu mulai larut, jam tangan Ozy menujukkan angka 9:15, ia mengintip ke dalam rumah Rio, "kenapa ? kamu dah mau pulang yah ?" tanya Rio pada Ozy yang sepertinya mencari adiknya Keke yang hingga kini masih belum keluar dari rumah Rio, namun Ozy cepat cepat menggeleng dan kembali mengobrol.
sebenarnya tanpa mereka sadari sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan ke akraban mereka dari sebrang jalan, sepasang mata itu milik Nova, ia masih tidak percaya bahwa Mario dan Fauzy yang dulu ia temui di sekolah lamanya adalah Rio dan Ozy yang kini dilihatnya.



Alvin yang pagi ini terlambat tiba di sekolah terpaksa menerima hukuman dari guru piket untuk meminta absen keliling ke tiap kelas di sekolahnya, semalam ia merasa susah tidur, alhasil ia baru bisa tidur pada pukul 4 pagi, di koridor sekolah, Alvin melihat Nova yang sepertinya sedang butuh bantuan, "Nova ? mo aku bantuin ?" tanya Alvin sembari mengambil setengah dari tumpukan buku yang ada di pelukan Nova, "thanks yah.." jawab Nova sembari berjalan beriringan dengan Alvin, "kamu.. aku tadi belum liat kamu di kelas ?" tanya Nova menyadari bahwa ia tadi belum melihat Alvin sewaktu di kelas, "oh iya ! hampir aja aku lupa, hhe..." jawab Alvin dengan senyum usilnya, "kamu lagi di hukum karena telat yah ?" tebak Nova tepat, Alvin mengangguk, "entar deh habis bantuin kamu aku bakal lanjutin hukuman aku..." Nova tersenyum mendengar perkataan teman sekelasnya itu.

Acha yang sedang asik duduk berdua dengan Keke di salah satu meja kantin sekolah, tiba tiba diam sejenak saat melihat Nova melangkah memasukin kantin, "kak .." teriak Keke dan Acha serentak memanggil Nova untuk bergabung di meja mereka, "hey,," jawab Nova sembari menarik kursi, "kak, Acha bilang kakak suka yah ama kakak ku dan kakaknya Acha ?" todong Keke begitu Nova sudah duduk di meja yang sama dengan mereka, Nova sedikit kaget dengan pertanyaan Keke dan sempat melirik sekilas pada Acha, "kan kakak kemarin cuma bilang jangan kasih tau kak Ozy dan kak Rio .." ujar Acha polos seolah mengerti arti tatapan Nova, lalu ia tersenyum dan menghela nafas panjang untuk akhirnya bercerita juga pada kedua adik teman sekelasnya itu, "begini Cha, Ke .." ujarnya mengawali sembari memandang Acha dan Keke bergantian, "...kalian jangan salah paham yah ? aku cuma kagum kok dengan kakak kalian : ) lagi pula kagum dan suka itu kan beda artinya ? .." ujar Nova sedikit berbisik, "oh iya, aku malah lebih kagum dengan Alvin, tapi ini rahasia kita bertiga aja yah .." ujar Nova lagi, ia juga bingung kenapa ia bisa merasa sangat percaya pada Keke dan Acha untuk menceritakan rahasianya ini, "semalem aku puas ngeliatin Mario dan Fauzy maen gitar bareng.." Nova yang masih kekeh untuk memanggil Rio dan Ozy dengan nama panjangnya mulai bercerita, mereka ngobrol seru hingga waktu istirahat berakhir.

Di tempat yang berbeda, Rio, Ozy serta Alvin justru sedang melakukan hal yang sama dengan ke-3 gadis cantik tadi, yap ! mereka sedang membicarakan tentang Nova, Keke serta Acha menurut Alvin ke-3 nya adalah cewek favorit di sekolah mereka, "hahaa,, gokil kamu Vin,, ! aku aja gak ampe kepikiran kalo ternyata adik ku bisa jadi salah satu cewek idola anak anak cowok sekolah kita ..." ujar Ozy terkekeh, mendengar pernyataan Alvin, di dalam hati, Rio justru setuju dengan perkataan Alvin barusan, yah minimal ia tau kalau dirinya sendiripun berharap bisa mengenal Keke lebih dari sekedar sahabat atau tetangga depan rumah, "Io, kenapa nih dari tadi diem aja ?" tanya Alvin membuyarkan lamunan Rio, Ozy tertawa geli melihat wajah temannya yang masih terlihat kaget, "ah, gak pa pa kok ! kamu Vin, bikin aku kaget aja .." jawab Rio melengos, "oh iya, aku baru inget ! bukannya waktu itu kamu bilang Nova mau masuk Osis ? gimana kelanjutannya ?" tanya Ozy mengangkat topik yang mulai serius, "hm,, beneran Io ?" tanya Alvin membuntuti pertanyaan Ozy, Rio mengangguk dan terdiam sejenak, "tapi gak jadi kok, akhirnya dia bisa terima penjelasan ku .." jawab Rio tanpa ekspresi yang jelas dari wajahnya, mereka terus bercerita hingga semua unek unek mereka tentang ke-3 cewek favorit di sekolah versi Alvin itu berakhir dengan bel tanda istirahat usai.

Hari minggu ! 'horeeeeeeeeeeeeeeee ...!' Keke sudah menunggu hari ini tiba, karena hari ini, ia akan jalan jalan ke puncak bersama kakanya, Acha, Rio, Alvin serta Nova, sebenarnya liburan ini adalah ide dari Nova sewaktu pulang sekolah kemarin siang, Keke langsung mengetuk pintu kamar Ozy, karena belum ada juga jawaban dari dalam kamar, ia langsung masuk dan mendapati kamar yang ternyata kosong, 'mungkin kakak lagi di kamar mandi' batinya.
Keke yang sudah rapi sejak 15 menit yang lalu, turun menapaki anak tangga menuju ruang makan, ternyata Ozy dan kedua orang tuanya sudah mendahuluinya untuk sarapan, "pagi semuanya !!!" sapanya ceria pada seisi rumah, "hhuh ! aku kira kakak masih mandi .." ujar Keke saat melihat Ozy yang justru sedang asik melahap sereal favoritnya, tapi yang di sindir malah hanya menjulurkan lidah dan tetap konsen dengan sarapannya.

Jam tangan Nova menunjukan pukul 8 pagi, dan sebentar lagi mereka akan tiba di puncak, "pak, cepetan donk nyetirnya..." ujar Keke pada supirnya untuk menambah kecepatan mobil karena sudah tidak sabar untuk tiba di tempat tujuan mereka, yang lainnya hanya tertawa kecil mendengar perkataan Keke tersebut, "hey, kita mau nyanyi lagu apa lagi nih ?" ujar Alvin menanyakan teman temannya, Alvin, Rio dan Ozy yang memang kompak membawa gitar masing masing dan bernyanyi sepanjang perjalanan, gak ada capeknya untuk bernyanyi bersama, tentu saja Keke, Acha dan Nova juga ikut bernyanyi, 'bener bener hari minggu yang mengembirakan !' ujar Acha membatin, di sela sela canda gurau mereka ber-6.

Keke yang merasa lelah karena dari tadi berlarian bersama di kebun teh, duduk di salah satu batu besar di sisi aliran air dari gunung yang jernih, "Ke ?" sapa Rio yang melihat Keke sepertinya sedikit dehidrasi, ia membuka ranselnya dan memberikan air mineral pada Keke, "thanks kak.." jawab Keke singkat, Rio lalu juga ikut duduk di dekatnya, "hari ini menyenangkan banget yah .." ujar Rio lagi,
"iyah kak, Keke seneng banget hari ini .."
"bagus deh kalu kamu seneng, aku juga ikut seneng .."
"hahah,, kakak bisa aja !"
"oh iya, waktu pulang dari rapat osis beberapa hari yang lalu, kamu cerita yah sama Acha kalau kita mampir makan ice cream bareng ?"
"hah ? ng,, iya sih kak, aku gak sengaja keceplosan jadinya Acha nanyain, dan terus terusan maksa biar aku cerita .."
"oh,,"
Keke menunduk, wajahnya sedikit memerah, ia merasakan wajahnya memanas entah sejak kapan ia jadi salah tingkah jika sedang berdua saja dengan Rio,
"jalan lagi yuk, kita susul yang lainnya" ajak Rio pada Keke, tak sengaja ia menarik tangan Keke, lalu ia segera melepasnya saat ia menyadari hal itu, "sorry .." ujarnya nyaris tak terdengar, Keke hanya tersenyum, ia justru lebih gelagapan lagi kali ini,dan akhirnya mereka berjalan beriringan menyusul 4 temannya yang lain.
Ya, Rio waktu itu sempat mengutarakan perasaanya pada Keke, namun ia masih belum memberi jawaban yang pasti untuk Rio, bahkan Ozy kakak tercintanya pun belum sempat ia beritahu, ia masih menunggu waktu yang pas, Acha pun hanya mengetahui sebatas mereka kaman ice cream bersama, nggak lebih.



Keesokan paginya, seperti biasa Rio, Ozy, Keke dan Acha berangkat sekolah bareng, Nova dan Alvin yang sudah tiba lebih awal sedari tadi menunggu dengan gelisah di depan gerbang sekolah, begitu melihat mobil Rio masuk ke halaman parkiran sekolah, Alvin langsung begegas menuju mobil tersebut disusul dengan Nova, "ada apa sih ?" tanya Ozy begitu ia turun dari mobil Rio, Acha dan Keke yang duduk di belakang juga menyusul turun lalu Rio yang terakhir, "iyah tumben ampe lari larian gitu liat kita dateng ?" sahut Rio ikut bertanya, melihat air muka Alvin yang sedikit tegang dan gelisah, "kalian tau gak ? ada anak di sekolah kita yang ngeliat kita jalan bareng kemarin n dia ngebuat gosip di mading sekolah !" seru Nova dengan satu nafasnya, "oh ya ?" ujar Keke dan Acha kompak, Alvin mengangguk, mereka lalu bergegas masuk ke dalam gedung sekolah dan mencari papan mading yang di katakan Nova barusan, papan tersebut kini di kerumuni oleh murid murid SMA Bintang yang penasaran ingin melihat hot news di sekolah mereka itu, ke-6 sahabat tadi berusaha menerobos kerumunan teman temannya dan melihat foto foto saat mereka berlibur kemarin di puncak, 'gila ... kerjaan siapa nih ?' ujar Rio membatin kesal, "astaga... itu kan foto kita jalan jalan kemarin !" bisik Keke di kuping kakaknya, ia memegang erat tangan kakaknya, dan ia tau kalau Ozy mulai memanas oleh apa yang ada di hadapannya, di atas mading tersebut tertulis, '3 PASANGAN MESRAH DI PUNCAK' "kak ...!" teriak Keke dan Acha bersamaan saat melihat Ozy dan Rio tengah berusaha merobek robek mading tersebut, Alvin yang melihat temannya terbakar emosi lalu berusaha menghentikannya, anak anak yang lain berseru heboh, karena melihat Rio dan Ozy yang sudah hilang kendali, di mading itu terpajang foto Ozy dan Acha yang sedang memainkan gitar bersama, Alvin dan Nova yang sepertinya terlihat sedang membenarkan tali sepatu masing masing, hingga Rio dan Keke yang sedang istirahat bersama dan duduk di sebuah baru besar di tengah kebun, Pak Duta yang melintas melihat aksi murid muridnya yang sedang ribut di pagi hari menjelang upacara bendera tersebut segera mencoba menghentikan Rio dan Ozy, Alvin sampai kewalahan menahan emosi ke-2 sahabatnya itu, "sudah... sudaah,, bubar semuanya !" ujar Pak Duta meminta murid muridnya bubar, "kenapa kamu ? Rio ? Ozy ?" tanya guru itu bergantian, "maaf pak,,," ujar Keke membuka suara, "ulah siapa ini ?" Pak Duta bertanya dan tak ada satupun dari mereka yang menjawab, setelah beberapa detik menatap lekat lekat wajah ke-6 muridnya itu, Pak Duta lalu berkata dengan bijaknya, "ya sudah, saya yakin kalian hanya jadi korban dari keusilan teman teman kalian yang lain, Rio, Ozy, seharusnya kalian jangan cepat terpancing emosi seperti ini .." ujar Pak Duta menasehati, semuanya masih terdiam menunduk dalam, lalu setelah membersihkan sisa sisa mading tersebut mereka di izinkan untuk segera bersiap mengikuti upacara bendera seperti biasa.



Ozy terbangun dari mimpi buruknya, sekujur tubuhnya berkeringat dingin bahkan ia sedikit terhentak kaget, "kak ! kenapa ?" Keke yang terlihat begitu khawatir saat melihat kakaknya yang berteriak secara tiba tiba membuatnya segera melangkah menuju kamar kakaknya tersebut, 'astaga .. mimpi buruk yang aneh' pikir Ozy sejenak sembari masih mengatur nafasnya, "kakak kenapa ?" tanya Keke mengulang pertanyaannya, Ozy hanya menggeleng melihat disekeliling kamar, ia benar benar penasaran apa maksud dari mimpi buruknya tersebut ? padahal jika hal itu memang hal yang nyata, mungkin ia tak akan seperti ini saat ini.

Kemarin, begitu tiba di rumah, Keke sempat menceritakan bahwa Rio sudah pernah berkata jujur pada adiknya itu tentang perasaanya, dan akhirnya Ozy pun bercerita bahwa ia sempat melakukan hal yang sama seperti Rio terhadap Acha, saat itu, Ozy belum bisa terlalu mengerti, ia masih tidak menyangka bahwa persahabatan mereka berempat sejak mereka masih duduk di bangku sekolah dasar hingga kini mereka sudah SMA, telah membentuk sebuah perasaan yang tampaknya tidak cukup jika hanya saling memiliki sebagai sahabat ataupun saudara, yah mereka semua tidak bisa membohongi jika mereka saling menyukai satu sama lain, namun ternyata tak mudah bagi mereka untuk segera mengganti hubungan itu menjadi sebuah hubungan yang lebih beraroma cinta, karena Rio dan Ozy tau bahwa Alvin entah kapan tepatnya, sempat mengatakan ia kagum pada Keke, yah Rio yang saat itu mendengar hanya berharap jika Alvin hanya merasakan perasaan kagum pada Keke hanya sebatas itu, dan tak lebih titik !. Sedangkan Ozy dan Acha, yah yang membuat hubungan mereka tak bisa segera di wujudkan hanya karena keduanya saling merasa nggak enak hati, Acha waktu itu tanpa sengaja keceplosan tentang rasa Kagum Nova terhadap Ozy dan Rio, namun Rio tak mengetahui hal itu, dan baik Ozy maupun Acha sama sama tak mau menyakiti perasaan siapapun.
Yah mungkin semua pikiran itu terus saja berputar di kepala Ozy sehingga ikut menghantui tidurnya, Keke masih tetap duduk di sisi tempat tidurnya, ia berharap kakaknya baik baik saja, "kak, kenapa sih ? cerita dong kalo ada masalah ?" tanya Keke, seolah bisa membaca apa yang Ozy pikirkan, Ozy menggeleng dan sejenak mengacak rambut Keke yang sepertinya msih setengah kering karena baru saja keramas, "ya sudah, kakak siap siap gih, hari ini kan hari ultahnya SMA Bintang kak !" ujar Keke semangat sembari memberikan senyum terindahnya untuk Ozy, Ozy mengangguk dan dengan setengah hati melangkah untuk segera mandi dan bersiap kesekolah.

Tentunya, hari ini grup vocal kebanggan SMA Bintang bakalan jadi penampilan yang paling di tunggu tunggu oleh seisi sekolah, Ryo, Ozy, Alvin, Keke serta Acha sudah bersiap di salah satu kelas kosong yang letaknya paling dekat dengan aula, mereka hari ini menggunakan tema seragam berwarna biru langit namun dengan desain yang berbeda satu sama lain, hanya satu yang sama yaitu mereka bergaya sedikit formal hari ini, "Vin, kok kamu baru dateng sih jam segini ?" tanya Rio melihat Alvin yang baru saja masuk ruangan tersebut,
"sorry, I'd oversleep" jawab Alvin sembari menebarkan pandangannya kepada teman yang lain, "kok bisa kesiangan kak ?" tanya Acha mewakili pertanyaan teman temannya yang lain, Alvin hanya tersenyum, dia menunjukan pada teman temannya aransemen lagunya yang terbaru, ia berharap bisa mereka nyanyikan hari ini, semuanya menerima kertas masing masing dan membaca dalam diam, lagu yang berjudul Juara Sejati itu, sebenarnya sudah lama di tulis olehnya bersama Rio dan Ozy, hanya saja sebelumnya masih belum benar benar meyakinkan, hingga akhirnya Alvin berpikir untuk sejenak membawa lagu tersebut pada guru vokalnya, "wah, bagus nih kak lagunya !" ucap Keke senang melihat kata demi kata di lagu tersebut, "iyah kak, kata katanya sederhana tapi tetep qreen !" sahut Acha menyetujui komentar Keke, Alvin tersenyum simpul ia hanya bisa menjawab bahwa sebenarnya Rio dan Ozy yang lebih banyak ikut andil dalam pembuatan lagu tersebut, mereka lalu berlatih bersama, sembari menanti saatnya untuk mereka pentas.

Hari yang melelahkan ! Seolah lebih melelahkan daripada berlari mengitari kebun teh yang ada di puncak kermarin ! Nova yang melihat ke-5 teman temannya sedang beristirahat di salah satu pojok kantin, langsung bergegas menghampiri, "hai.. siang semuanya !" sapa Nova dengan gaya khas nya, "hai kak ..." jawab Keke dan Acha kompak sedangkan Rio, Alvin dan Ozy hanya membalas dengan senyum dan lambaian tangan, "kalian keliatannya capek banget yah ?" ujar Nova lagi, "bangeet Va .." jawab Alvin sembari menyeruput air mineral yang ada di genggamannya, "tapi, penampilan kalian emang selalu qreen ! gak berubah dari yang aku liat 1 tahun lalu ..." "apa ? selalu ? 1 tahun lalu ?!" tanya Alvin dan Ryo kompak, Nova yang tanpa sadar sudah menyebutkan kata kata tersebut langsung diam, dia bener bener nggak tau harus berkata apa, "Nova, kamu cerita aja dengan kita semua, apa lagi Rio dan Alvin pasti penasaran tuh dengan kalimat kamu barusan :)" ujar Ozy membuka mulut sembari tersenyum tipis, ia hanya bingung kenapa Nova harus menyembunyikan hal itu ? toh Keke, Acha serta ia pun telah mengetahui hal itu dan, bukannya mereka semua ini bersahabat ?
Nova merasa lega bisa menceritakan semuanya pada Rio dan Alvin, bahkan pada Acha dan Keke yang memang sudah mengetahui hal itu lebih awal, namun ia tak tau jika sebenarnya Ozy juga sudah mengetahui hal tersebut. Dan yang paling membuat Nova bahagia, adalah ketika Alvin berkata di akhir cerita Nova, 'kita semua kan sahabatan ? jadi, jangan sungkan untuk saling terbuka...' kalimat itu, serta tatapan mata yang bersahabat seperti itu tak sengaja membuat wajah Nova bersemu merah! 'ya, sahabat ...' batinnya dalam.

Bel tanda waktu pulang berbunyi, Nova yang biasanya selalu di jemput oleh supir pribadinya kini terlihat gelisah di depan gerbang sekolah, Alvin yang baru saja keluar dari parkiran untuk mengambil motornya, segera menghampiri Nova, "Nova ? kamu belum di jemput ?" sapa Alvin dari atas motornya, Nova menggeleng, "aku anter yah.." ujar Alvin menawarkan, pada Nova,



Bel tanda waktu pulang berbunyi, Nova yang biasanya selalu di jemput oleh supir pribadinya kini terlihat gelisah di depan gerbang sekolah, Alvin yang baru saja keluar dari parkiran untuk mengambil motornya, segera menghampiri Nova, "Nova ? kamu belum di jemput ?" sapa Alvin dari atas motornya, Nova menggeleng, "aku anter yah.." ujar Alvin menawarkan, "kalau kamu mau pulang bareng aku, ntar kamu dapet bonus ice cream lho,,," lanjut Alvin lagi, Nova akhirnya tertawa kecil melihat tingkah temannya itu, "hha, bisa aja kamu Vin ? masa pulang bareng kamu bisa bonus ice cream ?" jawab Nova masih dengan tawanya yang renyah, mereka akhirnya pulang bersama, tapi di tengah perjalanan Alvin membelokan motornya di salah satu cafe, seperti janjinya tadi ia akan membelikan sebuah ice cream untuk Nova, "hah ? kamu serius yah ?" tanya Nova saat mereka berjalan masuk ke cafe tersebut, lalu dengan santainya Alvin hanya menjawab "aku gak suka loh, ngeboongin atau di boongin.." lalu Alvin dengan refleks menarik tangan Nova menuju salah satu meja yang menjadi tempat favoritnya, ternyata di sana sudah ada Rio, Keke, Acha dan tentu saja Ozy yang sedang asik menikmati ice cream sambil tertawa bersama, "hey guys !" ujar Alvin menyapa ke-4 temannya sembari saling 'tos' "hey, kok kamu baru dateng sih ?" tanya Ozy pada Alvin dan akhirnya mempersilahkan Nova untuk duduk bersama dengan mereka, "ng,," jawab Alvin menggantung, ia hanya memberi kode dengan melirik Nova, yah Ozy dan Rio sudah terbiasa dengan tanda tanda aneh yang kadang suka di mainkan oleh Alvin pada mereka.
Semuanya asik menikmati hari yang mulai beranjak sore, mereka berbincang tentang penampilan mereka seharian tadi, semuanya tampak lega karena bisa berhasil membawakan setiap lagu dengan maksimal, "eh eh, kalian inget gak ? waktu kita bawain lagu baru kita ? widiiiih,, semuanya pada tepuk tangan dan pas masuk reff ke-2 mereka pada ikutan nyanyi ..." seru Rio bersemangat bercerita, di susul anggukan kepala temannya yang lain, "ehm !" Keke bersuara, batuknya kali ini adalah sebuah tanda untuk mengingatkan Acha, Rio, Alvin serta Ozy untuk memulai topik pembicaraan yang sudah mereka pikirkan sejak tadi di sekolah, "oh iya, hampir aja lupa !" ujar Alvin cepat memberi respon, "kamu aja deh Zy yang ngomong.." lanjutnya lagi menyikut lengan Ozy, Ozy hanya tersenyum lalu menggeleng, lalu ia pun menyikut lengan Rio, "hahah,, kalian lagi pada ngapain sih kak ?" ujar Acha merasa geli dengan tingkah ketiganya, "begini Va.." akhirnya Rio, Ozy dan Alvin justru mengeluarkan suara dengan serentak, mereka lalu tertawa bebas, "kalian apa apan sih ?" tanya Nova gak ngerti dengan maksud ke-3nya, "ehm, aku aja deh ! itu aja kok repot ..." ujar Alvin menuruti salah satu ciri khas mantan presiden kita, "...begini Va, kita kita sepakat untuk merekrut anggota baru di grup vokal kita" lanjut Alvin dengan hati hati, "oh, grup vokal kalian mau ada personil baru yah ?" celetuk Nova di tengah kalimat Alvin, dan yang lainnya masih diam, "iyah, karena kita ngerasa orang itu cukup berbakat juga di bidang tarik suara.." "iyah bener banget kak, jadi kita semua pengen ngajak anak itu untuk masuk grup vokal kita, sukur sukur kalo yang mau kita ajak itu nerima ajakan kita kak .." potong Acha menambahi kalimat Alvin, "trus ?" tanya Nova makin penasaran, "yah orang itu kamu Nova ...!" ujar Ozy dan Rio kompak sedikit berteriak seru, Nova hanya terdiam, menutup kedua telinga menggunakan tangannya, sebenarnya ia benar benar merasa kaget karena gak nyangka ternyata yang di maksud sahabatnya itu ialah dirinya sendiri, "kalian serius ?" tanya Nova untuk meyakinkan pendengarannya dengan senyum yang mengembang, semuanya mengangguk cepat, berharap Nova meng-iya kan ajakan mereka, "tentu aja aku mau !!!" jawab Nova senang bukan kepalang sembari saling berpelukan bersama sama.

Tanpa terasa, 5 bulan telah berlalu, dan hari ini adalah hari yang paling di tunggu tunggu oleh ke-6 sahabat itu, eits, ke 3 pasang remaja yang sedang mabuk cinta tepatnya.
Yah, 2 bulan yang lalu sejak Nova resmi menjadi anggota grup vokal mereka dan mereka lebih sering membuat lagu bersama, berlatih bersama hingga belajar bersama, untuk mempersiapkan album perdana mereka. Ya sebuah label musik ternama di Indonesia, mengontrak mereka dan membuatkan mereka album yang tentu saja di penuhi oleh lagu lagu karya mereka ber-6 !!! "Alhamdulillah,, akhirnya kita bisa punya album sendiri yah, dan semua orang di Indonesia bisa denger lagu lagu kita :)) " ujar Ozy dengan penuh riang, teman temannya tidak kalah bahagianya, semuanya lega karena perjuangan mereka selama ini tidak sia sia, "iyah, malah ada yang baru jadian..." sanggah Rio tak kalah gembiranya lalu menyusul untuk menyindir Alvin dan Nova yang akhirnya hubungan mereka berubah menjadi .... ehm ! PACARAN !! :D , "kalian apa apan sih ?" ujar Alvin sedikit mendorong tubuh Rio, mendengar hal itu sempat membuat Nova merasakan panas di sekujur wajahnya, mungkin wajahnya sempat bersemu merah, "cie ,, " ujar Acha dan Keke mengikuti, ya wajah kegembiraan itu tak pernah bisa luput dari mereka hari ini, dan saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju tempat launching album perdana mereka.

24 APRIL 2010 tanggal yang tak akan pernah terlupakan oleh Rio, Alvin, Nova, Ozy, Keke dan Acha, selain menjadi tanggal peluncuran album perdana mereka, di hari itu juga mereka menerima penghargaan dari sekolah mereka karena prestasi mereka yang sudah bisa mengharumkan nama SMA Bintang, tidak hanya itu, karena mereka juga tetap bisa menjaga nilai pelajaran mereka di sekolah, sehingga tetap berada di atas rata rata, alhasil pihak yayasan juga memberikan mereka beasiswa selama 2 semester !

Acara launching berjalan sukses dan penuh decak kagum, penonton yang memadati JCC pun terlihat sangat bergembira, di saat mereka sedang bersama sama menyanyikan lagu 'Kamu dan Aku Bisa' yang memang di buat oleh salah satu band remaja yang sedang eksis saat ini, dan lagu tersebut juga ada di album mereka, tiba tiba datanglah beberapa orang yang sebenarnya sudah sangat tidak asing lagi bagi ke-6 sahabat tersebut, mereka adalah Lintar, Nyopon, Dea, Daud, Olivia, Deva, Ray, Zevana dan Rizky ! Mereka ialah penyanyi asli dari lagu tersebut ! Band mereka yang bernama Idola, sangat mendukung terbentuknya album Dunia Idola yang berisi lagu lagu yang di nyanyikan oleh Rio dan kawan kawan, maka dari itu mereka juga memberi surprise pada ke-6 pendatang baru di belantika musik Indonesia itu !

Semuanya bernyanyi, semuanya bergembira dan semuanya sangat terlihat suka cita bisa bernyanyi dan berkumpul bersama, Band Idola sangat senang bisa bernyanyi bersama grup vokal Rio dan kawan kawan, penonton pun sangat terhibur atas aksi mereka semua 'ya, kini mimpi ku sudah ada di genggam ku ! terima kasih tuhan, kau telah mendengar do'a ku ..' ujar Rio membatin di sela sela peluh keringat semangatnya saat masih bernyanyi bersama, hal yang sama juga di rasakan oleh Ozy, Alvin, Keke, Acha dan Nova, semuanya sangat bersyukur karena akhirnya impian mereka untuk menaklukan dunia dengan mimpinya, kini menjadi nyata !

"YAH ... KAMILAH SANG JUARANYA !!!" teriak Rio, Ozy, Alvin, Keke, Acha, dan Nova di akhir acara.